Connect with us

Berita Terbaru

Nestapa Warga Bojongmanik Lebak di Detik-detik Kemerdekaan, Jalan Utama Longsor Lalu Hasil Panen Hilang

Published

on

Jalan Parakan Besi mengalami longsor setelah digerus luapan sungai Ciujung. (Istimewa)

Lebak- Jalan pedesaan di Kampung Parakan Besi, Desa Parakan Besi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak nyaris putus.

Ya jalan dengan lebar 4 meter itu amblas akibat luapan sungai Ciujung. Kabarnya, jalan yang yang bisa menghubungkan dengan desa Cilayang itu kini hanya tersisa satu meter.

Rupanya, peristiwa longsor ini kerap kali terulang. Terlebih saat musim penghujan sehingga memaksa air sungai Ciujung meluap. Bantuan Beronjong dari pemerintah pun tak bisa mengantisipasi luapan sungai dan menggerus badan jalan.

“Malam sebelum kejadinya (longsor), wilayah kami diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Sekitar pukul 03.00 Wib, Selasa 16 Agustus 2022 sungai Ciujung meluap, hingga terjadinya longsor. Yang terdampak kira-kira kurang lebih panjangnya 15 meter,” kata Yanto warga sekitar, Rabu, 17 Agustus 2022.

BACA :  Dinkes Tangsel Bermasalah Sejak 2009

Luapan sungai Ciujung rupanya tidak hanya merugikan pengguna jalan saja, menurut warga bencana itu juga telah menghilangkan puluhan karung berisi gabah milik petani yang baru saja dipanen.

“Sungai ini kan berdekatan dengan sawah, jadi setiap banjir pasti masuk ke sawah. Nah kebetulan sebelum kejadian para petani sawah baru saja memanen hasil padinya, dan gak langsung dibawa ke rumah,”tuturnya.

“Jadi puluhan karung beisi gagah hilang terseret derasnya air sungai tersebut,” kata Yanto.

Sementara, Sekretaris Desa Parakan Besi, Rudi Hartono membenarkan, kondisi jalan Parakan Besi kondisinya memprihatinkan. Rusaknya jalan tersebut akibat digerus longsor pasca terjadinya luapan sungai Ciujung.

“Beronjong yang ada itu merupakan bantuan dari Pemerintah Daerah, namun banjir yang deras membuat penahan tebing itu tak kuat menahan derasnya aliran sungai tersebut,” kata Rudi.

BACA :  Ini Daerah Titik Rawan Gesekan Ojek Online dengan Angkot di Tangerang

“Kejadian bukan yang pertama kali, bahkan setiap kali banjir, jalan ini pasti longsor. Malam kemarin yang terparah dari kejadian sebelumnya,” timpalnya.

Saat disinggung, ada jalan alternatif lainnya agar aktivitas warga Parakan Besi bisa lancar? Rudi mengadakan, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk kendaraan roda empat.

“Ini (jalur utama) yang dilintasi mobil maupun motor. Alternatif ada tapi kecil dan kondisinya juga rusak,”katanya.

“Intinya perbaikan baik jalan dan yang kena longsor itu membutuhkan anggaran besar sehingga desa belum siap pada anggarannya,”sambungnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler