Connect with us

Kabupaten Lebak

‘Baju Koko’ Waspadai Pengerahan ASN di Pilkada Lebak

Published

on

BARISAN JUANG KOLOM KOSONG

Relawan Barisan Juang Kolom Kosong (Baju Koko) mewaspadai adanya pengerahan ASN di Pilkada Lebak. (Foto: Dok. Baju Koko)

Lebak – Barisan Juang Kolom Kosong (Baju Koko) mewaspadai adanya pengerahan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilkada Lebak 2018 yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi.

Panglima Baju Koko Ahmad Hakiki Hakim mengatakan, mobilisasi ASN dan aparatur desa di Pilkada Lebak 2018 bukan tidak mungkin akan terjadi. Kekhawatiran tersebut ini berkaca pada Pilkada 2013 lalu, Makhamah Konstitusi (MK)membatalkan keputusan KPU Lebak tentang penetapan paslon terpilih.

“Di mana paslon (Iti-Ade) masih menjabat sebagai kepala daerah,” kata Hakiki dalam keterangan tertulis yang diterima Banten Hits, Sabtu (12/5/2018).

Dalam putusannya, MK menilai telah terjadi pelanggaran yang sistematis, terstruktur dan masif pada pilkada yang dimenangkan pasangan Iti-Ade. Adanya keterlibatan PNS di lingkungan Pemkab Lebak.

“Indikasi dugaan penggalangan ASN sangat kuat,” sebutnya.

Hakiki menyebut, indikasi-indikasi yang terjadi di antaranya adanya penyebaran stiker Magrib Mengaji yang dibiayai APBD Kabupaten Lebak TA 2017 yang disebar/ditempel secara serentak di tiap desa, kantor kecamatan, dan sekolah-sekolah sebelum tahap penetapan calon.

“Indikasi lain adalah mutasi pejabat struktural di hari penetapan calon. Informasi sepihak dari beberapa staf di salah satu OPD mengakui diarahkan oleh pimpinan untuk tetap membantu/mengarahkan ke salah satu paslon yang masih memimpin dan pasca adanya baliho dan umbul-umbul yang terpasang di posko Baju Koko menguat kemudian adanya surat dari ketua RW yang dilayangkan kepada panwaslu kabupaten terkait keberadaan posko,” papar Hakiki Hakim.

Namun, indikasi-indikasi tersebut terus memotivasi relawan Baju Koko untuk selalu waspada dan siaga membantu tugas pengawasan yang dilakukan panwaslu.

“Terutama di titik rentan yang patut diwaspadai di tingkat muspika dan desa. Insya Allah, tim di tiap Kecamatan dan desa sudah siap pasang mata dan telinga. Bahkan kita akan intens koordinasi dengan setiap panwascam,” jelasnya.(Nda)

Trending