Connect with us

METROPOLITAN

Sudah Tujuh Bulan, OTT Suap Izin Gereja Bethel QBIG BSD City Belum Bisa Disidangkan

Published

on

OTT Suap Izin Gereja Bethel QBIG BSD City

Ilustrasi OTT suap izin Gereja Bethel QBIG BSD City. FOTO: akurat.co

Tangerang – Jajaran Polres Tangerang Selatan masih melakukan pemberkasan perkara operasi tangkap tangan atau OTT suap izin Gereja Bethel QBIG BSD yang melibatkan staf Kecamatan Pagedangan Bud (42) dan Camat Pagedangan nonaktif, AK (48).

OTT Polres Tangsel dilakukan Minggu dini hari, 18 Februari 2018. Hingga berita ini dipublish, atau tujuh bulan sejak OTT dilakukan, penyidik Polres Tangsel masih terus melengkapi berkas perkara.

BACA JUGA: Perjalanan GBI QBig BSD City; Ubah Izin Gedung Pertemuan Jadi Gereja, Ditolak Warga Lalu Ada OTT Polisi

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yuriko mengatakan, kemungkinan awal bulan depan (Oktober) penyidik akan konsultasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) terkait pelimpahan berkas.

“Berkas masih kita lengkapi setelah ada petunjuk dari jaksa penuntut umum,” kata Alexander melalui pesan WhatsApp kepada BantenHits.com, Selasa, 18 September 2018.

BantenHits.com kemudian bertanya kepada Alexander, mengenai kesulitan yang dihadapi dalam melengkapi berkas OTT yang dilakukan jajarannya, serta penambahan tersangka terkait perkara itu. Alexander menolak menjelaskan. Menurut Alexander, pertanyaan tersebut masuk dalam ranah penyidikan.

Terkait OTT ini, Polres Tangsel sejauh yang diketahui publik hanya menetapkan dua tersangka yakni, Bud dan AK. Saat kasus ramai terpublikasi awal Maret 2018, Alexander menegaskan, pihaknya tidak menangkap pemberi uang dari Gereja Bethel Indonesia karena mereka korban.

“Kenapa (pihak gereja) harus ditangkap? Ini bukan suap tapi ini pungli. Keinginan ada uang untuk pengurusan surat bukan dari korban, akan tetapi pihak tersangka yang menginisiasi hal tersebut. Korban merasa tertekan dan terpaksa karena diancam tersangka bahwa jika tidak memberikan sesuatu maka SKDU tidak akan muncul,” jelas Alexander saat itu.

Namun, soal inisiatif permintaan uang yang dikatakan Alexander hanya muncul dari AK dan Bud, secara tegas dibantah oleh AK saat memberikan penjelasan kepada BantenHits.com, Kamis 8 Maret 2018.

BACA JUGA: YKPI GBI QBig Mall BSD City Pernah Iming-imingi Camat Uang dalam Tas Ransel

Dalam klarifikasi kepada BantenHits.com setidaknya ada lima poin penting yang disampaikan AK, mulai dari iming-iming uang dalam tas ransel dari pihak gereja hingga proses perubahan izin gereja, serta pihak-pihak yang menginisiasi terjadinya suap.(Rus)

 

 

Trending