Connect with us

METROPOLITAN

Cerita Yulianto, Driver GrabCar yang Bergumul dengan Tiga Perampok Bersenjata

Published

on

driver grabcar korban perampokan

Driver GrabCar korban perampokan, Yulianto tampak tangannya masih diperban akibat penganiayaan para pelaku yang merampok mobilnya. Yulianto dan Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yuriko memberikan keterangan di Mapolres Tangsel, Senin, 3 Desember 2018. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Luka sabetan golok di tangan kanan Yulianto, driver GrabCar yang dirampok tiga pria penumpangnya di Bintaro XChange, terlihat masih belum sembuh benar. Dengan tangan dibalut perban, Yulianto menghadiri ekspos penangkapan tiga pria yang merampok mobilnya oleh Satreskrim Polres Tangsel, Senin, 3 Desember 2018.

BACA JUGA: Perampok Driver GrabCar di Bintaro Diringkus Tim Vipers Satreskrim Polres Tangsel

“Saya mau gak mau, Mas. Ngelawan. Nekat saja yang penting mempertahankan apa yang saya punya,” ucap Yulianto.

Perlawanan dilakukan kala Yulianto tengah berada dalam todongan senjata tajam. Para pelaku meminta Yulianto menepikan mobil Daihatsu Xenia F 1327 RP miliknya. Waktu sudah memasuki dini hari. Jalanan di kawasan Bintaro XChange sudah sepi.

Tiga pria yang berpura-pura menjadi penumpang GrabCar ini, sebelumnya mengorder GrabCar di Terminal Baranang Siang, Bogor, Selasa malam, 27 November 2018 sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka meminta diantarkan ke kawasan Bintaro XChange.

Tanpa curiga, Yulianto kemudian mengantarkan ketiganya. Namun, menjelang tiba di lokasi tujuan, salah seorang pelaku meminta Yulianto menepikan mobilnya. Yulianto yang mulai curiga, menolak dan terus melaju hingga salah seorang pelaku mengalungkan senjata tajam di leher korban.

BACA JUGA: Driver GrabCar Kembali Dirampok di Bintaro, Pemasangan Alat Pengaman Diabaikan?

Yulianto tak rela mobil yang setiap hari dia gunakan untuk mencari nafkah dirampas para pelaku. Dia pun berusaha melepaskan diri dari todongan senjata. Tepat di kolong jembatan Bintaro XCHange pergumulan Yulianto melawan tiga pelaku bersenjata tajam terjadi.

Kalah jumlah, perlawanan Yulianto kandas. Dalam keadaan terluka, kedua kaki dan tangan Yulianto diikat tali tambang. Mulut korban juga dilakban. Yulianto dipindahkan ke kursi belakang, kemudian salah satu pelaku mengambil alih kemudi. Korban dibuang di saluran air Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangsel hingga akhirnya ditemukan warga.

“Korban melawan dengan tangan kosong, akibatnya korban mengalami luka sobek pada bagian telapak tangan kanan dan kiri. Luka memar di sekujur tubuh bekas pukulan benda tumpul,” terang Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan saat ekspos.

Setelah berhasil menguasai mobil korban, tiga pelaku bernama Imamudin (24), Dewo (33), dan Kamaludin (19) membawa mobil tersebut ke daerah Sukabumi, Jawa Barat. Mobil tersebut akhirnya ditemukan petugas pada 29 November 2018 di Sukabumi. Di dalam mobil ditemukan juga bercak darah pada bagian joknya.

Ketiga pelaku berhasil diringkus sehari kemudian, 30 November 2018 masih di wilayah Sukabumi. Imamudin, pelaku yang pertama kali ditangkap di Bengkel Motor Cileley, Desa Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi. Sore harinya Abdullah alias Dewo (33) diringkus di Peternakan Ayam, Desa Pasir Angin, Kabupaten Sukabumi; kemudian Kamaludin (19) diamankan di Jalan Raya Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi.

Para pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Tangsel. Mereka diancam hukuman 12 tahun penjara.(Rus)

Trending