Connect with us

METROPOLITAN

Di Sel Tahanan Eko Rencanakan Kejahatan Susulan

Published

on

Tangerang , Banten Hits – Sel tahanan ternyata tak membuat orang jera untuk mengulangi perbuatan jahatnya. Setidaknya, itulah yang terungkap dari Eko Wartono, M.Toha, dan Emron, penghuni sel tahanan Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bahkan, di dalam sel tahanan para tersangka kasus pidana yang berbeda ini, bisa merencanakan aksi kejahatan mereka selanjutnya. Mereka memulai tahapan untuk melaksanakan aksi jahatnya kembali, dengan kabur dari sel tahanan Polsek Cikupa.

Tangerang , Banten Hits – Sel tahanan ternyata tak membuat orang jera untuk mengulangi perbuatan jahatnya. Setidaknya, itulah yang terungkap dari Eko Wartono, M.Toha, dan Emron, penghuni sel tahanan Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bahkan, di dalam sel tahanan para tersangka kasus pidana yang berbeda ini, bisa merencanakan aksi kejahatan mereka selanjutnya. Mereka memulai tahapan untuk melaksanakan aksi jahatnya kembali, dengan kabur dari sel tahanan Polsek Cikupa.

Tahapan pertama mereka lalui. Senin (22/02/2013) lalu, mereka berhasil kabur dari tahanan Polsek Cikupa.

Namun, ketiganya berhasil dibekuk kembali oleh Jajaran Polres Metro Tangerang, setelah sembilan hari mereka kabur. Ketiganya berhasil dibekuk Satreskrim Polresta Tangerang di Jepara, Jawa Tengah, Minggu (3/3) sekitar pukul 07.00 WIB.

BACA :  FSPP Lebak Bakal Bangun 28 Ponpes Secara Swadaya Setiap Triwulan  

Polisi berhasil menghentikan langkah para penjahat ini, sekaligus menggagalkan jatuhnya korban atas kejahatan mereka selanjutnya.

Kepada Banten Hits.com, Eko Wartono mengaku sengaja merencanakan pelarian di dalam sel bersama dua orang rekannya yang ikut dibekuk.

Mereka kabur dengan bantuan Agus Wanto, teman satu sel mereka yang kemudian bisa lebih dulu keluar setelah mendapat penangguhan penahanan.

“ Saya sengaja merencanakan kabur. Saya mengajak Agus untuk membantu kami kabur dari sel. Apalagi posisi dia pas keluar. Semuanya kami rencanakan waktu kami masih dalam satu sel,” kata Eko.

Saat ditanya motivasi dirinya melarikan diri, Eko secara terang – terangan mengakui jika dirinya berniat untuk kembali merampok. “ Saya mau merampok lagi,” ujarnya singkat.

Pria yang tubuhnya dipenuhi tato ini mengatakan bahwa ia juga mengancam seluruh rekan satu selnya untuk ikut membantu pelariannya. Semua penghuni sel diminta ikut membantu menggergaji dan tutup mulut dengan rencana pelarian yang sudah didesain sebelum Agus keluar dari tahanan.

BACA :  Warga Bojongmanik Geger, Ada Ayah Cabuli Dua Anaknya hingga Hamil

Upaya menggergaji jeruji ini dilakukan selama 3 hari dengan membasahi jeruji sehingga tidak mnegeluarkan bunyi.

Tidak hanya mengancam teman satu selnya, Eko juga mengancam ibunya agar ibunya tersebut mau menyusupkan handphone ke dalam sel, untuk dia pergunakan berkomunikasi dengan Agus.

Agus diperintahkan Eko untuk mempersiapkan kendaraan yang akan membawanya keluar dari Tangerang setelah ketiganya berhasil melarikan diri dari jeruji besi.

“ Agus yang menjemput kami dengan mobil sewaan, lalu kami ke Jepara untuk kembali merampok,” ucapnya sambil meringis akibat kedua kakinya ditembak polisi.

Sementara itu, Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Bambang Priyo Andogo mengatakan, pihaknya saat ini baru menangkap tiga tahanan kabur. Sementara, Agus yang membantu pelarian hingga saat ini belum tertangkap.
 
“Ketiga tahanan ini kabur dibantu Agus yang waktu itu dapat penangguhan tahanan. Agus menyuplay dua gergaji besi untuk menjebol teralis dengan memasukkannya dalam bungkus nasi. Agus juga yang menyewa mobil dari Pandeglang berikut sopirnya untuk melarikan diri,” terang Bambang.

BACA :  Demo Buruh Jadi Tontonan Warga

Driver rental dari Pandeglang inilah yang menjadi target Eko cs dalam pelariannya. Eko bermaksud menghabisi korban untuk menghilangkan jejak setelah ia meminta sang driver menyewa satu mobil lagi di  Jepara untuk dilarikan.

” Di Jepara para pelaku kembali menyewa mobil Avanza tanpa driver, rencananya mereka akan mengeksekusi driver yang dibawa dari Pandeglang untuk menghilangkan jejak, akan tetapi berhasil kami tangkap sebelum melakukan aksinya,” tegas Kasat Reskrim Polresta Kota Tangerang, Shinto Silitonga.

Menurut rekam jejak yang dimiliki Polresta Kota Tangerang, Eko Wartono sudah 5 kali menghabisi nyawa para korbannya saat beraksi,  diantaranya salah seorang driver rental dari Bandung yang ditemukan tewas di Tangerang pada 2012 lalu bernama Leo.

” Kami temukan pisau berukuran besar yang direncanakan untuk mengeksekusi korban di Jepara,” tuturnya lagi.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan dua buah gergaji besi. Tiga unit HP. Satu kunci leter T dan sebilah pisau, serta satu buah mobil avanza sewaan G 9179 DM. Polisi juga menghadiahi timah panah dikaki para pelaku. (Riani)



Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh