Connect with us

METROPOLITAN

Jalan Rusak dan Macet Masih jadi PR Pemkot Tangsel

Published

on

Banten Hits.com – Kemacetan masih menjadi kendala utama di Kota Tangerang Selatan. Penyebabnya selain lantaran kondisi jalan yang banyak mengalami kerusakan, juga akibat belum maksimalnya pembangunan yang dilakukan pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kondisi jalan raya yang rusak dan belum diperbaiki seperti terlihat di Jalan Raya Ciater. Salah satu jalan utama di wilayah Kota Tangerang Selatan itu, setiap harinya mengalami kemacetan panjang.

Banten Hits.com – Kemacetan masih menjadi kendala utama di Kota Tangerang Selatan. Penyebabnya selain lantaran kondisi jalan yang banyak mengalami kerusakan, juga akibat belum maksimalnya pembangunan yang dilakukan pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kondisi jalan raya yang rusak dan belum diperbaiki seperti terlihat di Jalan Raya Ciater. Salah satu jalan utama di wilayah Kota Tangerang Selatan itu, setiap harinya mengalami kemacetan panjang.

Sebenarnya persoalan ini sudah seringkali diadukan dan dikeluhkan warga. Namun hingga kini jalan raya tersebut belum kunjung diperbaiki juga.

Teguh (23), salah seorang warga  pengguna Jalan Raya Ciater mengaku akibat kemacetan yang seringkali terjadi, membuat waktu tempuh ke tempat tujuan menjadi lebih lama. Kendati demikian, saat ini dirinya melihat sudah mulai ada proses pelebaran di Jalan Ciater.

Dirinya berharap, sebelum dilakukan perbaikan secara menyeluruh, jalanan yang rusak minimal ditambal terlebih dulu, biar bisa mengurangi kemacetan yang seringkali terjadi.

“Saat ini sih jalan raya ciater memang sudah mulai dilakukan penggusuran. Tapi proses pembangunan sepertinya masih lama. Karena itu lebih baik lubang-lubang yang ada di tambal sulam dulu, agar lalu lalang kendaraan tidak terganggu,” ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh, jalan raya yang mengalami kerusakan parah di Kota Tangerang Selatan tercatat sepanjang 31,4 km dari total 405,67 kilometer jalan yang ada.

Beberapa perbaikan yang akan dilakukan antara lain penataan simpang Pamulang II, Simpang Sasak dan Simpang Entrance Stasiun Jurang Mangu. 

Selanjutnya penanganan jalan rusak di Jalan Raya Ciater Segmen II, Jalan Bhayangkara, pelebaran jalan akses Tegal Rotan – Sawah Baru, Jalan Akses dari Jalan Cendrawasuh – Stasiun KA Jurang Mangu dan Pembangunan Jalan Buaran hingga perbatasan Bogor.

Pada tahun 2013 ini, Pemkot Tangsel memprioritaskan perbaikan jalan di beberapa titik yang sudah dipetakan. Total anggaran yang disiapkan di APBD 2013 mencapai Rp. 95 Miliar.

“Perbaikannya perlahan sesuai dengan kemampuan APBD. Pengerjaan terus akan dilakukan setiap tahun sesuai kebutuhan. Dari 405,67 kilometer total panjang jalan di Kota Tangsel, 31 km dalam keadaan rusak,” kata Retno Prawati, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel. 

Tidak itu saja, dari hasil Musrembang 2013 untuk penanganan banjir dan kemacetan di 2014 pun disiapkan  anggaran untuk penanganan banjir.

Setidaknya terdata ada 18 blok banjir dan 19 jumlah titik genangan. Untuk penanganan ini juga di tahun 2014 sudah masuk usulan dari Musrembang sebanyak 810 paket jenis F1 dengan nilai Rp71,2 miliar. Juga 1.763 paket F2 dengan anggaran Rp337 miliar.

“Semua usulan itu dari kecamatan dan kami bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan terkait pembenahan dan pengendalian banjir. Seperti, pemeliharaan saluran sekunder, anak sungai dan pintu-pintu air,” tandasnya. (Riani).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 12 =

Trending