Connect with us

METROPOLITAN

Ketua PN Pandeglang Minta Maaf soal Perampasan Kamera Jurnalis

Published

on

Banten Hits – Sikap tidak terpuji dan cenderung melecehkan profesi jurnalis, dipertontonkan seorang hakim di Pengadilan Negeri (PN)  Pandeglang, Maria K.U Ginting.

Pengadil yang semestinya bisa bersikap bijak ini menunjukkan arogansinya dengan merampas kamera dan menghapus hasil liputan Rangga  Putra, jurnalis Baraya TV saat sedang meliput sidang pelanggaran Operasi Kalimaya di PN Pandeglang, Jumat (25/11/2016).

BACA JUGA: Hakim PN Pandeglang Rampas Kamera Jurnalis

Menanggapi hal itu, Ketua PN Pandeglang Mahmuriadin mengaku, kejadian tersebut hanya sebatas miss komunikasi antara hakim dengan pewarta. Pasalnya, jika tidak miss komunikasi maka kejadian tersebut tidak akan terjadi.

“Terus terang Ibu Maria itu baru jalan dua bulan (tugas) di PN Pandeglang sehingga belum mengenal teman-teman jurnalis. Adapun sikap Ibu Maria yang arogan sebenarnya tidak ada maksud untuk merampas kamera video reporter Baraya Tv,” kilah Kepala PN Pandeglang kepada awak media, Jumat (25/11/2016).

BACA :  Wow! Ada Pameran Batu Akik Juga di Festival Cisadane

Atas kejadian itu, Mahmuriadin menyampaikan permohonan maaf. Ia pun berjanji akan memperingati semua hakim agar tidak bersikap arogan terhadap jurnalis yang sedang meliput persidangan.

“Apabila itu kurang berkenan, kami mohon maaf. Minggu depan kami akan koordinasikan dengan yang bersangkutan,” katanya.

Koordinator Wilayah (Korwil) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pandeglang Agus Djaleandro mengecam perilaku hakim yang telah merampas kamera salah satu jurnalis Tv lokal. Menuirutnya, semua jurnalis telah dilindungi Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

“Kami sangat mengecam dengan tindakan hakim yang sudah bertindak sewena-wena terhadap jurnalis,” tegasnya.(Rus)

 



Terpopuler