Connect with us

METROPOLITAN

Ingin Antar Keperluan Operasi Istri, Keluarga Pasien RSUD Berkah Pandeglang Diintimidasi Sekuriti

Published

on

Pandeglang – Peristiwa yang sangat mengecewakan dialami Ari Supriadi, salah seorang keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, ketika saat akan memasuki ruang nifas tempat istrinya dirawat, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, membawa pampers dan counterpain guna kebutuhan operasi istrinya.

Namun ketika ingin memasuki area itu, ia justru dihadang oleh Sekuriti dengan alasan prosedur RSUD. Padahal, ia sudah membawa barang-barang tersebut, sesuai permintaan dari perawat.

“Karena istri mau dioperasi, saya diminta untuk menyerahkan barang itu ke perawat. Tetapi saya malah ditahan. Saya coba jelaskan kondisinya karena sudah mendesak. Cuma mereka bilang tunggu giliran,” ungkap Ari.

BACA :  Pringatan Maulid Nabi Muhammad Cara Wali Kota Syafrudin Serap Aspirasi Masyarakat

Ketika berusaha menerobos hadangan petugas, di situlah Ari mendapat perlakuan kasar. Kekerasan verbal mulai dilontarkan sekuriti, hingga akhirnya Ari dipojokkan dan didorong ke tralis besi dengan menekan dada sambil memelintir kerah baju suami pasien oleh komandan regu bernama Heri.

“Saya coba masuk paksa. Tetapi saya malah mendapat perlakuan kasar. Saya didorong dan dipojokkan ke tembok sambil menyekik kerah baju saya. Bahkan mengajakan saya berkelahi,” kata Ari.

Ketika dikonfirmasi, Danru yang diketahui bernama Heri itu mengakui insiden tersebut. Namun ia berkilah jika dituduh memelintir kerah baju yang bersangkutan. 

“Tapi saya tidak menarik bajunya, hanya memegang doang,” ujar Heri membantah.

Heri mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena terpancing emosi dengan sikap suami pasien. Padahal ia telah berupaya untuk meredam ketegangan. Adu mulut yang terus terjadi, menyulut Heri untuk mengeluarkan ucapan-ucapan yang mengarah pada intimidasi.

BACA :  Enam Pendaftar Lelang Jabatan Tiga Kepala Dinas di Pandeglang Tak Memenuhi Syarat

Sementara itu, Kasubag Umum dan Kepegawaian RSUD Berkah Pandeglang, Any Khanifah menyayangkan kejadian yang diakuinya diluar batas kewajaran. Seharusnya pihak keamanan bisa menahan diri untuk tidak terpancing emosi. Apalagi sampai melakukan kontak fisik. 

“Kasus ini memang di luar SOP. Yang memancing emosi, seharusnya sih memang tidak seperti itu. Kedua belah pihak harusnya menahan diri dan saling komunikasi. Jadi memang itu di luar kewajaran,” ucap Any.

Atas insiden ini, ia meminta maaf kepada keluarga pasien. Ia pun berjanji akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memberi teguran lisan.(Zie)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler