Connect with us

METROPOLITAN

Terduga ISIS di Istana Merdeka, Sempat Alami Gangguan Jiwa

Published

on

Tangerang– Basufi Tarsiwan (39), terduga simpatisan ISIS yang mencoba menerobos penjagaan Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat disebut pernah mengalami gangguan jiwa. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Tini (55) tetangga Iwan di Jalan Aria Santika, RT. 002/06, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (14/11/2017).

 

“Sepengetahuan saya, waktu dia pertama pindah kesini, Pak RT bilang kalau dia (Iwan) pernah dipasung di kampungnya,” kata Tini kepada Banten Hits.

Pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu mengalami gangguan jiwa lantaran ditinggal sang istri ke luar negeri. 

“Katanya Pak RT, kan istrinya kerja jadi TKW di Taiwan, nah uangnya itu engga di transfer ke dia, tapi ke orangtua istrinya, jadi dia stres masalah ekonomi gitu,” ujarnya.

BACA :  Ada Penampakan Lemari Baju hingga Balok Kayu Tutupi Jalan Umum di Walantaka, Sudah Tiga Bulan Tak Bisa Dilalui Warga

BACA JUGA : Nekat Terobos Pintu Istana dan Mengaku ISIS, Basufi di Mata Tetangga Dikenal Tertutup

Meski begitu, Iwan diketahui sudah menjalani pengobatan hingga akhirnya bisa lepas dari jeratan pasung. 

“Makanya dibawa kesini, tapi memang dia itu sukanya bengong sambil ngetuk-ngetuk meja pake kayu kecil, tatapannya kosong gitu, makanya kita juga engga berani negur kalau engga ditegur,” tuturnya.

BACA JUGA : Mengaku ISIS Pria Asal Karawaci Nekat Terobos Istana Merdeka

Tini menduga, perbuatannya menerobos penjagaan Istana Merdeka lantaran kondisi kejiwaannya yang tidak stabil. 

“Ya mungkin juga pas kambuh, halusinasinya ke ISIS, cuma ya engga tau juga sih,” tandasnya.(Zie)



Terpopuler