Connect with us

METROPOLITAN

Warga Cilegon Tuntut Tanggung Jawab PT Indorama Petrochemical

Published

on

Bahan Kimia

Warga Kelurahan Kepuh, Cilegon menuntut tanggung jawab PT Indorama Petrochemical terkait sebaran serbuk kimia bertebaran ke permukiman warga. (Foto: Iyus Lesmana/Banten Hits)

Cilegon – Serbuk kimia Purified Terephtihalic Acid (PTA) milik PT Indorama PT Indorama Petrochemical yang menyebar hingga ke permukiman warga beberapa waktu lalu menyebabkan belasan orang harus dirawat akibat mengalami gangguan pernafasan.

BACA JUGA: Ledakan di PT Indorama Petrochemical, Bahan Kimia Hujani Permukiman Warga

Pasca insiden tersebut, warga Lingkungan Rombongan, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Cilegon menutut tanggung jawab perusahaan. Warga mengancam akan mendatangi perusahaan jika tidak ada perhatian apapun dari perusahaan kepada warga yang terdampak serbuk kimia tersebut.

“Bayangkan, setiap hari kita harus menghirup debu kimianya. Lingkungan juga jadi kotor karena serbuk itu,” kata Rizki Dewa Wibawa, salah seorang warga, Rabu (3/1/2018)

BACA JUGA: Belasan Orang Dirawat akibat Terpapar Bahan Kimia PT Indorama Petrochemical

Rizki menuding, sejak perusahaan tersebut berdiri, tidak ada perhatian apapun kepada warga yang tinggal dekat dengan lokasi pabrik, terutama soal bagaiamana memberikan pengetahuan kepada warga tentang keselamatan jika hal-hal yang membayakan warga terjadi.

“Perusahaan punya CSR, tapi sampai sekarang warga tidak pernah tahu,” ujarnya.

Lima hari pasca insiden di PT Indorama, hingga kini masih ada beberapa warga yang mengalami sesak nafas dan gatal-gatal. Warga juga mengkhawatirkan PTA yang berterbangan saat tertiup angin.

“Kemarin, ada beberapa anak yang harus diperiksa ke puskesmas karena sesak nafas. Serbuk itu masih nempel di rumah dan pohon, kita khawatir kalau tertiup angin warga lagi yang kena dampaknya,” kata Slamet Riyadi menambahkan.

Sayangnya, Corporate Affair PT Indorama Petrochemical Malim Hander Joni hingga kini tidak juga merespon konfirmasi wartawan.(Nda)

Trending