Connect with us

METROPOLITAN

Kak Seto Sebut Kerugian Korban Pedofil di Gunung Kaler Tak Terhingga

Published

on

Ketua LPAI, Seto Mulyadi saat hadir Polresta Tangerang.(Banten Hits/Yogi Triandono)

Tangerang – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi ikut menanggapi perihal kasus pedofilia yang menimpa puluhan anak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Kak Seto mengatakan, telah mendapatkan laporan adanya kasus tersebut sekira dua minggu yang lalu. Pada saat itu, LPAI diwakili oleh LPA Provinsi Banten langsung mengunjungi korban.

“Kehadiran kita di sini menambah bukti positif bahwa kita sesungguhnya kian tangguh menghadapi kejahatan seksual terhadap anak, masyarakat melaporkan, media memberitakan, polisi melakukan penindakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerugian yang diderita anak korban pedofilia tidak dapat diukur dengan materi. Pasalnya, anak akan mengalami trauma yang cukup lama.

“Kita acap bicara bahwa anak menderita akibat kejahatan ini, tapi berapa sesungguhnya nilai penderitaan?, tentu tak terperi. Namun LPAI, pada workshop di Amerika Serikat, menemukan bahwa kerugian per anak adalah sekitar US$ 180,000. Silakan kalikan dengan jumlah anak yang menjadi korban disini,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat tidak hanya fokus pada penindakan terhadap pelaku melainkan penanganan terhadap korban kejahatan mengerikan ini.

“Mari kita pikirkan apa yang semestinya kita perbuat terhadap korban?, jawabannya adalah restitusi. Seiring dengan keluarnya PP tentang Restitusi beberapa waktu lalu, LPAI menyemangati Polres untuk sejak tahap penyidikan juga mulai memproses pengajuan restitusi bagi para korban,” tandasnya.(Zie)

Trending