Connect with us

METROPOLITAN

Komisi VI DPR Heran KPL LCT Tak Layak Bisa Beroperasi

Published

on

Pelabuhan Merak-Bakauheni

Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Haryo.(Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Regulasi pengoperasian Kapal Landing Craft Tank (LCT) yang saat ini melayani perlintasan penyeberangan Bojonegara-Bakahueni, dinilai jauh dari standarisasi keselamatan sebagai kapal penyeberangan yang mengangkut penumpang.

“LCT ini mempunyai satu regulasi yang tidak sebaik standarisasi kapal-kapal penumpang yang berada di Pelabuhan Merak. Jadi, ini tentu sangat membahayakan penumpang atau mungkin membuat suatu pelayanan yang kurang bagus terhadap masyarakat,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo kepada wartawan, Rabu (17/1/2018).

Bambang juga heran, kapal LCT yang kondisinya masih jauh di bawah standarisasi keselamatan dan kenyamanan, tapi diperbolehkan beroperasi.

BACA :  Tertibkan Calo KIR, Dishub Tangerang: Masih Ada Beberapa Nanti Ditertibkan

Menurut Bambang, saat ini ada 68 kapal penumpang yang melayani penyeberangan di lintasan Merak-Bakahueni. Dari jumlah itu, 50-60 persennya belum bisa beroperasi karena terbentur dengan Peraturan Mentri Perhubungan (Permenhub) Nomor 88 Tahun 2014 Tentang Pengaturan Ukuran Kapal Angkutan Penyebrangan di Pelabuhan Merak-Bakahueni.

“Perlu saya jelaskan bahwa lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni ini ada 68 kapal. Dari 68 kapal itu 50-60 persen belum bisa beroperasi. Itu kapal-kapal yang sangat layak, sangat bagus untuk kepentingan publik. Sedangkan untuk kapal LCT sendiri masih jauh di bawah standarisasi baik keselamatan maupun kenyamanan, tapi kenapa boleh dioperasikan ,” imbuhnya.

Bambang menegaskan perlintasan penyebrangan Merak-Bakauheni merupakan lintasan komersial. Sehingga hanya kapal- kapal yang sesuai standarisasi keselamatan dan kenyamanan yang boleh beroperasi.

BACA :  Car Free Night di Lebak, Sejumlah Ruas Jalan Macet!

“Kita (Komisi VI) akan menanyakan ke Kementerian Perhubungan apakah pelabuhan Bojonegara ada izin atau tidaknya,” tegasnya. (Rus)



Terpopuler