Connect with us

METROPOLITAN

Soal Kerajaan Ubur-ubur, MUI Kota Serang: Menyimpang

Published

on

Sekretaris MUI Kota Serang

Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin. (Dok. Banten Hits)

Serang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut, ajaran organisasi Kerajaan Ubur-ubur yang dipimpin pasangan suami istri R dan A di lingkungan Sayabulu, Kecamatan Serang, Kota Serang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Mereka bukan Islam, menyimpang itu. Masa Nabi Muhammad SAW mereka sebut Ahmad, nabi asli Indonesia,” kata Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin kepada wartawan, Selasa (14/8/2018).

BACA JUGA: Polres Serang Dalami Kerajaan Ubur-ubur yang Diduga Ajarkan Aliran Sesat

Menurutnya, apa yang diajarkan Kerajaan Ubur-ubur kepada pengikutnya sudah menodai agama Islam. Tidak masuk akal kata Amas, pengikut Kerajaan Ubur-ubur mengaku mempelajari Alquran dari alam gaib.

BACA :  Jalan Nambo-Teras Bendung Serang Berlubang, Warga Tanam Pohon Pisang

“Mereka mengatakan, Islamnya belajar dari Alquran yang cetakan pertama dari makhluk gaib,” ujarnya.

Hal lain yang menurutnya juga bertentangan adalah, Kerajaan Ubur-ubur menyebut bahwa Kakbah bukan merupakan kiblat melainkan tempat memuja.

“Kesimpulannya mereka bukan Islam, apa yang disampaikan tidak benar dan bukan merupakan ajaran Islam,” tegasnya.(Nda)



Terpopuler