Connect with us

METROPOLITAN

Banyak Anak Disabilitas di Banten Putus Sekolah, Akademisi Singgung soal Pendidikan Inklusif

Published

on

Penyandang Disabilitas

Ilustrasi: penyandang disabilitas. (Dok.Banten Hits)

Serang – Di usia Provinsi Banten yang ke-18 tahun, masalah pendidikan, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian.

“Banyak anak disabilitas putus sekolah,” kata Akademisi STKIP Pelita Pratama Serang, Sastra Wijaya, Senin (8/10/2018).

Selain karena minimnya Sekolah Luar Biasa (SLB), pendidikan inklusif bagi anak disabilitas perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Tidak ada kelas-kelas inklusif. Mereka punya semangat yang besar, tapi terhambat oleh biaya karena SLB mahal dan jumlahnya terbatas,” terang Sastra.

Menurutnya, perlu ada kelas inklusif di sekolah-sekolah biasa sehingga kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengenyam pendidikan seperti anak pada umumnya terbuka luas.

Terkait dengan reformasi birokrasi, Sastra menilai, meski ada penguatan sinergitas birokrasi antara pemprov dengan pemerintah kabupaten/kota. Pasalnya, ia melihat masih terkesan berjalan masing-masing.

BACA :  Irna Minta Sekolah Terapkan Kelas Inspirasi

“Dalam proses pengaduan terhadap pelayanan publik, masyarakat agak kesulitan dalam berkomunikasi memberikan masukan kepada pemprov, mungkin ada aplikasi berbasis online namun belum efektif,” ucapnya.

Transparansi tentang kinerja dan anggaran harus menjadi modal untuk menjadikan pemerintahan yang bersih, baik dan dipercaya oleh publik.(Nda)



Terpopuler