Connect with us

METROPOLITAN

Hari ke-23, Sudah 107 Jenazah Penumpang Lion Air JT-610 Diserahkan ke Keluarga

Published

on

Balita Penumpang Lion Air JT-610 bersama Lima Lainnya Teridentifikasi Tim DVI Polri

Lion Air Jumat malam, 9 November 2018 ini secara resmi menyerahkan enam jenazah yang berhasil diidentifikasi kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS POLRI). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Technical Director of Batik Air, Yanto Supriatno. (ISTIMEWA)

Jakarta – 23 hari setelah peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, 29 Oktober 2018, sudah 107 penumpang yang berhasil teridentifikasi Tim DVI Mabes Polri. Seluruh telah diserahkan langsung manajemen Lion Air ke keluarga.

Terkini, Lion Air, Rabu, 21 November 2018 menyerahkan tiga jenazah kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS POLRI), Jakarta. Penyerahan dari Lion Air diwakilkan oleh Technical Director of Lion Air, Muhammad Rusli.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro lewat keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com mengungkapkan, tiga jenazah yang diserahkan Rabu, yakni Dadang (laki-laki), Panky Pradana Sukandar (laki-laki) dan Shui Khiun (laki-laki).

Penyerahan jenazah dilakukan setelah Tim DVI Mabes Polri menyampaikan hasil identifikasi terhadap ketiga sekitar pukul 18.00 WIB.

“Konfirmasi tersebut telah disampaikan pukul 18.00 WIB setelah adanya rekonsiliasi serta kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada Tim DVI Polri,” kata Danang.

“Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan,” sambungnya.(Rus)

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending