Connect with us

Pemilu

Gubernur Ini Mati-matian Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf, Ahli Ekonomi Sebut Prestasinya Baru Bisa Bikin Taman

Published

on

Rizal Ramli di UIN SMH Banten

Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Negara Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli usai diskusi ekonomi di UIN SMH Banten. Rizal meminta Paket Kebijakan Ekonomi ke-16 dicabut karena banyak sektor yang seharusnya untuk usaha kecil menengah, namun diberikan 100 persen kepada asing.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Tangerang – Ahli ekonomi senior Rizal Ramli mengkritik sikap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sibuk mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Emil diminta lebih fokus menyejahterakan masyarakat di Tanah Pasundan.

Menurut Rizal Ramli, sejak dilantik jadi Gubernur Jawa Barat, belum ada hal konkret yang sudah dilakukan untuk memenuhi janji kampanye kepada rakyat. Yang baru dilakukan Emil sejauh ini baru membuat taman.

“Saya sampai sekarang belum dengar tuh ada ‘blue print’ Jabar hingga 5-10 tahun ke depan, ini bisanya cuma bikin taman-taman doang udah berfikir dia berhasil bangun Bandung,” tegas Rizal kepada awak media, di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 12 Maret 2019 seperti dilansir timesindonesia.com.

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, lanjutnya, seharusnya lebih tinggi dibandingkan daerah lain, mengingat banyaknya industri dan wilayahnya yang berdekatan dengan DKI Jakarta.

“Jawa Timur saja pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional, begitu juga di Jateng. Tapi ini kan Jabar, jaraknya gak jauh dari Jakarta, ini daerah kaya loh!,” sambungnya.

Ia menegaskan, tugas kepala daerah adalah mengakomodir kepentingan rakyat yang dipimpin di wilayahnya.

“Kan harusnya kepala daerah itu berpikir agar bagaimana bisa membangun daerahnya menjadi maju, di Jabar ini terutama di Bandung ini banyak orang pintar-pintar, ajak mereka kembangkan segala potensi,” ungkapnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending