Connect with us

Advertorial

Tingkatkan Produksi Air Bersih, PDAM TKR Kebut Perbaikan Jaringan Pipa Lama  

Published

on

Gedung PDAM Tirta Kerta Raharja. (Istimewa).

Tangerang- Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang mengklaim tengah fokus menggarap perbaikan jaringan pipa lama. Tujuannya untuk meningkatkan produksi air bersih.

Kepala Cabang Tigaraksa PDAM TKR Kabupaten Tangerang, Sujantika Riswara menjelaskan saat ini di wilayah Tigaraksa masih ada jaringan pipa lama yang pembangunannya sejak tahun 1990 sehingga terkadang membuat beberapa titik terjadi kekeruhan air ke pelanggan.

Karenanya, sambung Riswara saat ini PDAM TKR tengah  mencanangkan program untuk mengganti dan perbaikan pipa-pipa yang sudah lama dan menambah kapasitasnya, namun proses pergantian pipa tersebut masih tahap pembangunan.

“Mudah-mudah setelah pipa-pipa lama ini diganti bisa meningkatkan pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah Cabang Tigaraksa, serta bisa meningkatkan jumlah pelangga karena adanya penambahan kapasitas pipa,”kata Riswara, Kamis, 4 Juli 2019.

Menurutnya, saat ini wilayah PDAM TKR Cabang Tigaraksa melayani 13 ribu pelanggan rumahan dari lima kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Kami yakin setelah ada perbaikan dan penggantian pipa baru begitu penambahan kapasitas pipa, sehingga bisa meningkatkan produksi air bersih. Dengan begitu bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas dari pengolahan air bersih ini,”tuturnya.

Sementara itu, penanggung jawab lapangan proyek, Muhammad Muhdi mengatakan, saat ini proyek pengerjaan galian saluran air PDAM TKR di wilayah Tigaraksa sudah mencapai 85 persen.

“Meskipun ini proyek milik BUMD Kabupaten Tangerang, namun juga tetap mengutamakan kenyamanan dari para pengguna jalan akibat dampak dari galian ini. Kami juga melakukan pembenahan tanah buangan, agar tidak mengganggu pengendara,” ujar Muhdi.

Menurut Muhdi, proyek ini diperkirakan akan rampung paling lambat awal bulan Agustus 2019. Dirinya mempersilahkan kepada masyarakat yang akan mengambil tanah hasil galian untuk dimanfaatkan.

“Pengerjaan proyek kami dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Kalau pun lembur, maksimal hanya sampai pukul 19.00 WIB. (ADVERTORIAL)

Trending