Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Dampak Tsunami Selat Sunda Masih Terasa, Tingkat Hunian Hotel di Wisata Pantai Anyer Lesu  

Published

on

Ilustrasi Pantai Anyer. (Dok.BantenHits).

Serang- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kabupaten Serang menilai dampak tsunami selat sunda di wisata pantai anyer masih membekas di benak wisatawan. 

Hal tersebut dibuktikan dengan masih lesunya tingkat hunian hotel di area wisata Pantai Anyer dan Cinangka.

Tercatat, pada libur sekolah saat ini kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel hanya mencapai 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berhasil menembus 100 persen.

“Kunjungan wisatawan ke Kab.Serang khusunya Anyer dan Cinangka kalau dibandingkan dengan sebelum tsunami jelas turun. Jadi tingkat hunian rata-rata untuk destinasi Anyer Cinangka bulan Januari dan Februari terpuruk sekali tingkat hunian sekitar 5 persen, Maret-April agak membaik sekitar 10 – 15 persen, Mei karena juga bulan ramadan sekitar 10 persen. Baru di Juni periode lebaran dan liburan panjang naik rata rata sekitar 40 persen,”kata Plt Ketua BPC PHRI Kabupaten Serang, Agus Jaenal saat dihubungi bantenhits melalui pesan WhatsApp.

Agus yang juga menjabat sebagai GM Regal Raya Cottages Anyer mengungkapkan bertambahnya tingkat hunian di wisata pantai Anyer dan Cinangka hingga 40 persen hal ini berkat adanya upaya event yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Serang untuk menarik wisatawan.

“Kami terus melakukan promosi mulai bulan Februari  sampai dengan Mei. Caranya dengan mengadakan beberpa event bekerjasama dengan Pemkab Serang alhamdulliah mulai terasa hasilnya walau belum normal 100 persen,”jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi Pantai Anyer dan Cinangka saat ini sudah aman untuk di kunjungi wisatawan. Terlebih saat ini tengah diselenggarakan berbagai kegiatan.

“Intinya event yang mengambarkan Anyer aman untuk di kunjungi seperti lunar festival (parade kesenian dari marbela ke mencusuar ),mengundang komunitas pelalu pariwisata sejabodetabek di pantai batu saung,”pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending