Connect with us

METROPOLITAN

Warga Cilograng Lebak Hilang Diduga Alami Hal Paling Mengerikan di Pantai Selatan Banten

Published

on

Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP, dulu Basarnas) melakukan pencarian warga Cilograng yang dilaporkan hilang saat mancing di Pantai Selatan Banten. (Istimewa)

Lebak – Lily (28), warga Kampung Cibunar, RT. 001 RW. 001, Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, dilaporkan hilang sejak Jumat, 23 Agustus 2019. Sebelum hilang, Lily pamit ke keluarga untuk pergi memancing di Pantai Muara Citarate, Desa Cireundeu, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak.

Karena hingga Minggu, 25 Agustus 2019 Lily tak kunjung pulang, keluarga yang khawatir akhirnya melapor ke Poslek Cilograng. Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP, dulu Basarnas) Banten mengaku telah mendapatkan permintaan bantuan pencarian dari Polsek Cilograng.

Humas KPP Banten Galih kepada BantenHits.com mengatakan, Lily diketahui pergi memancing seorang diri. Lily diduga hilang terseret ombak pantai selatan saat sedang memancing.

“Setelah mendapatkan informasi, KPP Banten mengirimkan satu tim Rescue (6 orang) dari Siaga Pandeglang untuk melakukan Ops Pencarian dan Pertolongan di sepanjang tepi Pantai Muara Citarate,” kata Galih, Minggu, 25 Agustus 2019.

“Dugaan sementara yang bersangkutan terhempas ombak pantai selatan saat sedang memancing diatas batu karang hingga akhirnya terseret ombak ke tengah laut,” tambahnya.

Kepala KPP Banten Zainal Arifin menjelaskan, jika tim Rescue telah melakukan operasi pencarian dan pertolongan menyisir pantai Citarate sejauh radius 3 Km dari lokasi korban terakhir, namun belum juga menemukan korban maupun tanda-tanda lain seperti barang-barang yang dikenakan oleh korban pada saat terakhir meninggalkan rumah.

“Dikarenakan hari mulai gelap maka kami putuskan untuk menunda pencarian dan akan diteruskan pada pagi hari. Bagi warga sekitar kami imbau untuk dapat menjaga jarak aman ketika memancing dibibir pantai selatan dikarenakan ombak di pantai selatan yang cukup besar dan terkadang membahayakan,” jelas Zainal Arifin.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending