Connect with us

Berita Terbaru

Dalam Lima Hari Pasien Suspect Corona dan ODP di Kabupaten Tangerang Jumlahnya Terus Meningkat

Published

on

Proses pembersihan dan penggantian saringan udara pesawat Lion Air untuk mencegah meluasnya virus corona. (FOTO: Dok. Lion Air)

Tangerang– Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji menjelaskan, tiga warga Kabupaten Tangerang dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19).

Dua orang berasal dari Kecamatan Kelapa Dua dan satu orang dari Kecamatan Curug. Sementara satu lainnya berasal dari Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Selain itu ada juga satu pasien asal Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, meninggal dunia, Senin, 16 Maret 2020. Dengan demikian, total ada lima warga di Tangerang Raya positif Corona.

Meski Pemprov Banten menyebut ada tiga warga Kabupaten Tangerang positif Corona, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra mengatakan, pihaknya baru mendapatkan konfirmasi hasil laboratorium Balitbangkes untuk dua warga Tangerang.

BACA :  Seorang Pemuda di Sepatan Timur Tewas Ditikam, Pelakunya Diduga Teman Sendiri

“Kalau kami baru dapat konfirmasi laboratorium dua orang (positif),” kata Hendra kepada BantenHits.com, Selasa pagi, 16 Maret 2020.

Jumlah PDP dan ODP Bertambah

Hendra menjelaskan, hingga Selasa, 17 Maret 2020, jumlah pasien diduga Corona alias suspect Corona atau pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Tangerang ada delapan orang.

Selain itu, ada 39 lainnya di Kabupaten Tangerang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (PDP).

Jika dibandingkan dengan data lima hari sebelumnya atau Rabu, 11 Maret 2020, jumlah PDP atau PDP di Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan.

Data Dinkes Kabupaten Tangerang lima hari lalu menyebutkan, ada lima pasien di Kabupaten Tangerang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

BACA :  Puluhan ASN Pandeglang Terjaring Razia Satpol PP

“Kita total ada lima. Bukan dari Siloam saja. Ada beberapa rumah sakit lain (di Kabupaten Tangerang) diperiksa di Balitbangkes,” bebernya.

Selain lima pasien dalam pengawasan, saat itu Dinkes Kabupaten Tangerang juga menetapkan 25 orang lainnya masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). Mereka memiliki riwayat interaksi dengan negara terjangkit.

Membandingkan data Dinkes Kabupaten Tangerang selama lima, berarti ada penambahan PDP alias suspect sebanyak 3 orang dan ODP sebanyak 14 orang. Peningkatan jumlah ini tentu sangat mengkhawatirkan.

Lakukan Langkah Pencegahan

Hendra meminta, warga Kabupaten tidak panik dan mendiskriminasi pasien dan keluarga pasien yang positif Corona. Warga Kabupaten Tangerang diajak sama-sama memutus mata rantai penularan Covid-19.

BACA :  Ini Identitas Wanita yang Tewas di Hotel Flamboyan Tangerang

“Warga jangan panik. Kita harus bisa memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Cuci tangan dengan sabun, pakai masker jika sakit, jangan menyentuh hidung, mulut dengan tangan,” imbaunya.

Penularan Covid-19, lanjutnya, bisa dapat dihindari jika warga melaksanakan imbauan yang disampaikan Dinkes Kabupaten Tangerang.

“Diimbau untuk warga jangan mendiskriminasi penderita karena mereka butuh dukungan kita semua,” tegas Hendra.

Hendra menambahkan, penularan virus Corona hanya akan terjadi lewat interaksi intens dalam jarak di bawah 1,8 meter.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh