Connect with us

Berita Terbaru

Urai Kemacetan di Ibukota Banten, Wagub Andika Ingin Bangun Fly Over

Published

on

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat Mendampingi kunjungan Komisi V DPR ke Lokasi Yang Bakal Dibangun Fly Over, Kamis 17 September 2020 (Istimewa)

Serang – Kemacetan arus lalu lintas di wilayah Kota Serang, Banten, tak lagi menjadi hal yang baru, hampir setiap hari kemacetan itu terjadi di Ibu Kota Provinsi Banten.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta Komisi V DPR dapat mendorong Kementerian PUPR untuk membangun fly over atau jalan layang di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang.

Hal itu dikatakan Andika, saat mendampingi kunjungan Komisi V DPR ke lokasi yang akan dibangun fly over, Kamis 17 September 2020.

Alhamdulillah tadi Pak Ridwan (Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae) berjanji akan mendorong PUPR untuk melakukan penganggaran di (APBN) 2021 terkait perencanaannya, sehingga 2022 bisa dibangun,” katanya.

BACA :  Satu Begal yang Dilumpuhkan Korbannya di Pondok Aren Tangsel Akhirnya Tewas

Menurut Andika, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur di Kota Serang sebagai ibu kota provinsi untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar di Provinsi Banten.

“Selain itu, usulan ini didasarkan pada kondisi kemacetan di Kota Serang sebagai pusat pemerintahan provinsi,” ujarnya.

Andika menjelaskan, rencana fly over Sudirman berada pada Jalan Nasional, pembangunan ini untuk mendukung program penanganan jaringan jalan perkotaan yang terencana, dimana untuk perlintasan rel kereta api dan jalan arteri tidak sebidang jalan untuk mengurangi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas sesuai dengan Permenhub 94 Tahun 2018.

Fly Over direncanakan memiliki panjang 745,96 m dengan lebar lalu lintas rencana 14 m untuk 2 jalur. Beban maksimum kendaraan yang diperbolehkan melintas sebesar 50 ton.

BACA :  Pimpinan Hotel Le Dian Tak Kompak soal Asal Sate Bandeng Berbelatung

Editor : Engkos Kosasih

 



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler