Connect with us

Berita Utama

Pelaku Pencoretan Musala Pernah Hajar Orang Gara-gara Beda Keyakinan dan Tonton Channel YouTube soal Islam di Turki

Published

on

Satrio Katon Nugroho (18), pelaku vandalisme di Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/ Rifat Alhamidi)

Tangerang – Sejumlah fakta tentang Satrio Katon Nugroho (18), pelaku vandalisme di Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, perlahan mulai terungkap.

Pemuda yang baru saja akan masuk perguruan tinggi swasta di Jakarta, tersebut rupanya sudah kecanduan memperdalam ilmu agama hanya melalui media YouTube.

Fakta ini, didapatkan BantenHits.com dari cerita Staf Desa Kuta Jaya, Ferhat, saat ditemui di kantornya. Ia mengungkapkan, Satrio merupupakan sosok remaja yang diyakini warga mempelajari ilmu agama terlalu tinggi namun tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya.

BACA :  Tidak Disiplin, PNS di Kab. Tangerang Dinonjob-kan

“Kalau melihat anak ini memang dia belajar agama terlalu tinggi. Jadi kelakuannya memang seperti itu,” katanya, Rabu 30 September 2020.

Bahkan, jauh sebelum aksi vandalisme ini terjadi, Satrio pernah membuat geger warga setempat. Bagaimana tidak, pemuda yang baru saja menamatkan sekolah SMA tersebut pernah menghajar seseorang yang tidak dikenal lantaran hanya berbeda keyakinan dengannya.

“Iyah, dia dulu sempat mukulin orang, makanya dia ke mana-mana didampingi terus sama orang tuanya. Dia selalu dikawal karena takut berbuat aneh-aneh,” ujarnya.

Informasi lainnya yang diperoleh BantenHits.com menyebutkan, Satrio hampir setahun kebelakang mengalami perubahan mental yang signifikan.

Sebelumnya, satrio rajin beribadah lima waktu dan puasa Senin dan Kamis, namun hampir tiga bulan ke belakang sudah jarang melaksanakan kegiatan salat berjamaah di Musala Darussalam.

BACA :  Hilangkan Kesan Seram, Pemkot Tangerang Minta Masyarakat Tata TPU

Semenjak mengalami perubahan tiga bulan ke belakang, yang bersangkutan disebut hanya menonton YouTube yang berisi tentang perjuangan Islam di Turki.

BantenHits.com sudah mencoba mengonfirmasi soal Channel YouTube yang menjadi tontonan Satrio ini ke Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol. Ade Ary Sam Indradi, namun masih menunggu penjelasan.

Coretan memenuhi dinding musala di Perumahan Tangerang Elok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/ Rifat Alhamidi)

Sebelumnya, Warga mendadak heboh, setelah sebuah musala di Perum Villa Tangerang Elok, RT 05/08, dipenuhi coretan bernada provokatif, Selasa, 29 September 2020.

Berdasarkan informasi yang diperoleh BantenHits.com, sejumlah coretan di tembok musala di antaranya berisi tulisan ‘Saya Kafir’, ‘Anti Islam’, hingga ‘Saya Anti Khilafah’.

BACA :  Hore! Ridwan Kamil Siap Kerjasama dengan Kota Tangerang

Tulisan itu, pertama kali dilihat warga pada sekitar pukul 15.00 WIB saat hendak menjalankan salat Ashar berjamaah.

Dalam video yang beredar terlihat sejumlah lembaran Alquran yang sudah dalam kondisi robek. Diduga, kitab suci ini juga turut menjadi sasaran oknum tak bertanggungjawab tersebut saat menjalankan aksinya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler