Connect with us

Advertorial

Libur Panjang 28 Oktober – 1 November 2020, Hotel dan Taman Rekreasi Siapkan Petugas Protokol Kesehatan

Published

on

Menghadapi libur panjang 28 Oktober – 1 November 2020, pengelola hotel dan taman rekreasi wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Foto ilustrasi: petugas melakukan penyemprotan disinfektan di kamar hotel agar steril dari virus. (Foto: tangerangkota.go.id)

Jakarta – Para pengusaha hotel, restoran, dan taman rekreasi mempersiapkan protokol kesehatan secara ketat menyambut libur panjang sekaligus cuti bersama akhir pekan depan. 

Langkah ini sebagai respons dari pesan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan agar liburan panjang ini bisa menekan penyebaran Covid-19. 

Dikutip BantenHits.com dari covid19.go.id, pemilik Taman Rekreasi, Safitri Siswono mengatakan, pihaknya menyiapkan strategi ekstra untuk memperketat protokol kesehatan di berbagai lokasi wisata yang dikelolanya. 

BACA :  Pelapor Foto Billboard Gubernur Banten dengan Jokowi-Maruf Akan Laporkan Bawaslu Kota Tangerang ke DKPP

Salah satu aturan yang akan diterapkan pemilik delapan tempat wisata dan tiga hotel di Jakarta ini adalah para petugas akan mengingatkan pada tamu atau pengunjung yang lalai dalam memakai masker atau tidak mematuhi jaga jarak. 

“Kami sudah menyiapkan petugas yang siap mengingatkan pengunjung yang lepas masker atau duduk di kursi bertanda silang,” ujar Safitri Siswono dalam talkshow “Protokol Kesehatan di Hotel dan Tempat Wisata” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Selasa pagi, 20 Oktober 2020.

Senada, pengusaha Hotel di Surabaya, Jawa Timur, Rucita Permatasari mengatakan pihaknya menerapkan panduan protokol kesehatan sesuai panduan pemerintah. Penegakkan aturan itu berlaku bagi seluruh karyawan dan juga tamu. 

BACA :  Siaga Corona, ASN di Lebak Work From Home sampai 29 Mei 2020

“Pastinya mengikuti panduan protokol kesehatan dari awal diperiksa pengecekan suhu, penyemprotan desinfektan, dan setiap kursi diberikan jarak agar tidak berdempetan,” ujar Rucita Permatasari via Zoom. 

Sementara, pengusaha Sunan Hotel Solo, Sona Maesana mengatakan, strategi bisnis yang dibangun dalam masa pandemi dengan menggenjot aplikasi digital, seperti membuat kegiatan Tsunami Institut, seminar, dan workshop yang melibatkan pemerintah setempat untuk menjaga keberlangsungan operasionalnya. 

Ruang serba guna yang semula digunakan untuk meeting dan seminar diubah menjadi wedding.

“Karena mereka yang ingin menikah tidak bisa menunda pesta pernikahan mereka meski pelaksanaannya dengan skala lebih kecil,” papar Sona yang berencana akan membuka hotel di Kota Yogyakarta meski di saat pandemi. (Advertorial)

BACA :  Perbup Adaptasi Kebiasaan Baru Disosialisasikan; Berlangsung 14 Hari



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler