Connect with us

Berita Utama

Triwulan III 2020 Ekonomi Banten Masih Alami Pertumbuhan Negatif

Published

on

GRAFIK PERTUMBUHAN INVESTASI DI KOTA TANGERANG

BPS merilis ekonomi Banten pada Quartal 3 2020 masih mengalami kontraksi alias masih tumbuh negatif terhadap ekonomi Quartal 3 2019. Foto Ilustrasi: Grafik pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang. (ISTIMEWA)

Serang – Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Banten merilis pertumbuhan ekonomi banten triwulan III tahun 2020. Berdasarkan hasil survai ekonomi banten mengalami kontraksi pertumbuhan 5,77 persen terhadap triwulan yang sama pada tahun 2019.

“Ekonomi Q3 sdh lebih baik dari Q2 tapi Masih kontraksi atau tumbuh negatif terhadap Q3-2019,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis statistik BPS Banten Budi Prawoto kepada BantenHits.com, Kamis 5 November 2020.

Budi mengatakan pertumbuhan ekonomi banten tumbuh negatif dilihat dari sisi produksi, lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 35,82 persen. Dari sisi Pengeluaran, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Komponen Pengeluaran Total Net Ekspor yang terkontraksi sebesar 39,05 persen.

BACA :  Pasokan BBM di Sejumlah SPBU di Kota Cilegon Habis

Sementara itu, Budi Prawoto mengatakan Ekonomi Banten triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami akselerasi pertumbuhan sebesar 4,55 persen (q-to-q). 

“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 26,53 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi pada Komponen Pengeluaran Total Net Ekspor yang tumbuh sebesar 43,32 persen,” ujarnya.

Masih kata Budi, Ekonomi Banten sampai dengan triwulan III-2020 (c-to-c) mengalami kontraksi sebesar 3,36 persen. Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terbesar pada lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 29,09 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Total Net Ekspor sebesar 30,99 persen.

“Perekonomian Banten berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2020 mencapai Rp 155,08 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 109,49 triliun,” ungkapnya. 

BACA :  Pasang Harga Murah, OPM Pemkab Lebak di Cibadak Diserbu Warga

Kata Budi, Struktur perekonomian Provinsi se-Jawa pada triwulan III-2020 masih didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto se-Jawa sebesar 30,00 persen.

“kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Timur sebesar 25,01 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 22,24 persen. Sementara itu, Provinsi Banten memberikan kontribusi sebesar 6,60 persen,” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler