Connect with us

Berita Terbaru

Nah Loh, Puluhan Truk Ditindak Dishub Tangerang Gegara Cuekin Jam Operasional dan Muatan

Published

on

Dishub Kabupaten Tangerang saat menggelar operasi penertiban dan Penindakan terhadap kendaraan angkutan barang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Sebanyak 25 kendaraan pengangkut barang atau truk terjaring dalam operasi penertiban dan penindakan yang digelar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Kamis 17 Juni 2021. 

Penertiban terhadap kendaraan besar itu dilaksanakan di depan Kantor TMD Lippo Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. 

Puluhan truk yang terjaring diantaranya karena melanggar jam operasional, kelebihan muatan, tak memiliki izin trayek, dan tidak dilengkapi oleh surat-surat kendaraan. 

“Penertiban ini bertujuan untuk menindaklanjuti Perbup Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang (Pasir, Batu, Tanah),” Kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Agus Suryana, Kamis 17 Juni 2021. 

BACA :  Nelayan Pandeglang Hanya Mampu Tangkap Ikan Teri, Tiga TPI di Kecamatan Sumur Tidak Difungsikan

Sebelumnya, kata Agus, Dishub Kabupaten Tangerang juga telah menggelar operasi serupa selama tiga hari berturut-turut di wilayah Kecamatan Legok. 

Mengingat di tahun 2021 ini banyak laporan soal kendaraan tambang yang melanggar jam operasional. Maka, operasi penertiban dan penindakan ini akan terus digencarkan. 

“Kegiatan penertiban ini akan terus berlanjut dalam menegakan pelanggaran ini kita bekerja sama juga dengan petugas dari polri dan TNI,” Ujarnya.

Ia menambahkan, bagi pengemudi yang tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat kendaraan seperti STNK langsung ditilang oleh petugas kepolisian. 

Sementara, pengemudi yang bisa menunjukkan surat-surat kendaraan pihaknya memberikan sanksi lain yakni dengan memutarbalik kendaraan tersebut. 

“Ada beberapa jenis pelanggaran yang kami tindak mulai dari masa trayeknya habis, perihal kelebihan muatan barang, dan masalah jam operasional angkutan tambang,” Tandasnya.

BACA :  Cuma Gelar Semiloka, Mahasiswa Banten Kecam KPK

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler