Connect with us

Berita Terbaru

Tok! Pilkades Serentak Kab. Tangerang Diundur

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (Baju Putih) Saat Rapat Pengunduran Pelaksanaan Pilkades Serentak Dengan Forkopimda. (Istimewa)

Tangerang- Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Tangerang diundur. Sebelumya, pilkades serentak yang akan digelar di 77 desa itu akan dihelat pada 4 Juli 2021. 

Namun, karena kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang sedang mengalami lonjakan, pelaksanaan pilkades serentak diundur sampai 18 Juli 2021. 

Pengunduran waktu pelaksanaan pilkades serentak tersebut berdasarkan keputusan Bupati Tangerang dengan unsur Forkopimda dalam rapat di ruang Wareng, pada Rabu 23 Juni 2021. 

“Pilkades serentak di 77 Desa yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli ditunda ke tanggal 18 Juli, karena tingkat kasus Covid-19 yang sangat tinggi,” Kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

BACA :  Kojek, Ojol Kreasi Warga Lokal di Ujung Kulon yang Omsetnya Justru Berlimpah saat Pandemi Covid-19

Kata Zaki, melalui penundaan tersebut pihaknya mempunyai waktu sekitar 2 minggu untuk melakukan berbagai upaya dalam menekan dan mengatasi lonjakan kasus COVID-19. 

“Kita punya waktu 2 minggu untuk melakukan berbagai macam upaya dalam rangka menekan penyebaran Covid-19. Seluruh proses administrasi dan lain sebagainya hari ini akan segera diproses,” Ujarnya.

Sementara, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, tingginya kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang membuat pelaksanaan pilkades harus diundur karena sangat rawan penularan. 

Terlebih, saat ini ada mutasi COVID-19 varian baru sehingga pilkades serentak di 77 desa tersebut tidak bisa dipaksakan untuk dilaksanakan. 

“Sebaiknya memang (pelaksanaan pilkades serentak) diundur karena kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang sedang tinggi,” Pungkasnya.

BACA :  Dishub Pandeglang Usul Cabut Izin Trayek 4 Bus Murni Jaya

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler