Connect with us

Berita Utama

Lima Ekor Sapi di Pandeglang Diswab Lalu Diisolasi setelah Terindikasi Terjangkit PMK

Published

on

Petugas Keswan Pandeglang saat observasi hewan ternak. Saat ini lima ekor sapi tengah menjalani isolasi setelah diswab karena terindikasi terjangkit PMK. (Samsul Fatoni)

Pandeglang – Sebanyak 5 ekor hewan ternak  sapi di Kabupaten Pandeglang diisolasi setelah menjalani uji swab lantaran mengalami ciri – ciri indikasi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Wahyu Widayanti mengatakan, dari hasil observasi yang dilakukan pihak Balai BVet Subang, ada sebanyak 5 ekor hewan ternak sapi di Pandeglang yang mengalami ciri – ciri indikasi PMK.

Saat ini, lanjut Wahyu, setelah dilakukan swab dan diambil sample darahnya, ke 5 ekor sapi tersebut tengah dilakukan isolasi mandiri, seperti halnya kasus COVID-19. 

BACA :  Ilegal, Tim Terpadu Lebak Tutup Tambang Pasir Bumi Cempaka

“Kita masih nunggu hasil labnya karena belum keluar. Apakah hasilnya nanti positif atau tidak, kita masih nunggu. Namun untuk antisipasi, sekarang ini kelima ekor sapi telah dilakukan isolasi,” ungkap Wahyu Widayanti, Kamis, 9 Juni 2022.

Menurut Wahyu, isolasi sapi dilakukan di tempat khusus yang ada di sekitaran peternakan milik peternak. Karena di Pandeglang sendiri, belum ada tempat khusus untuk isolasi bagi hewan ternak yang terjangkit atau terindikasi PMK tersebut.

“Isolasi 5 ekor hewan ternak itu antisipasi saja. Karena sejauh ini hasil lab nya belum keluar, sehingga belum diketahui apakah terjangkit PMK atau tidak,” ujarnya.

Dijelaskan Wahyu, ditemukannya 5 hewan ternak yang mengalami ciri – ciri indikasi PMK, berdasarkan hasil observasi dan surveilans ke tiap peternakan hewan yang dilakukan tim medik paramedik dan UPT Puskeswan selama tiga pekan terakhir di tiap kecamatan di Pandeglang.

BACA :  Rumah Wali Kota Cilegon Kebanjiran Nyaris Selutut Orang Dewasa

Tujuannya untuk memantau hewan ternak terutama berkuku belah terhadap penyakit yang mungkin ada, termasuk mengawasi jika ada yg menunjukan ciri mengarah ke PMK.

“Nah, BVet Subang mengambil sampling 5 ekor ternak yang secara klinis gejalanya mengarah ke ciri – ciri PMK. Diambil sampel darah dan swab untuk diuji laboratorium,” jelasnya.

Sejauh ini memang belum ditemukan hewan ternak yang terjangkit PMK di Pandeglang. Hanya saja dari hasil observasi ada 5 hewan ternak yang ciri – cirinya mengarah ke PMK.

“Kemudian, antisipasinya dilakukan isolasi dan saat ini kami masih nunggu hasil labiratorium nya. Semoga saja hasil nya tidak ada yang positif,” harapnya.

Ia pun menuturkan, jika penanggulangan kasus PMK tersebut seperti penanganan wabah COVID-19. Seperti isolasi dan tes swab jika ada hewan ternak yang diindikasi kan terjangkit kasus PMK.

BACA :  April, Polres Tangsel Operasikan SIM Keliling

“Kemudian, sterilisasi kandang dan hewan ternak harus rutin dimandikan, dan dikasih vitamin,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler