Connect with us

Berita Terbaru

Kisah Bocah 8 Tahun di Tangerang ‘Mati-matian’ Pertahankan HP dari Jambret hingga Terseret Belasan Meter; Begitu Berharganya

Published

on

FOTO Tangkap Layar aksi penjambretan Handphone yang terekam CCTV perumahan. (Suarajakarta.id)

Tangerang- Dafan Rasyad Muthawali (8) harus mengalami luka-luka setelah ‘bertarung’ melawan jambret, Rabu, 8 Juni 2022. Dia terseret belasan meter demi mempertahankan handphone.

Dikutip dari Suarajakarta.id, Peristiwa itu terjadi Senin, 6 Juni 2022. Kala itu Dafan tengah menjaga warung milik orang tuanya di Jalan H Sapri, RT 03 RW 10 Parung Serab, Ciledug. Kejadian itupun sempat terekam kamera pengintai atau CCTV.

Nurdin (42) paman korban mengatakan saat itu, kondisi warung dan lingkungan sekitar sedang sepi.

“Kondisinya lagi sepi, Dafan lagi jagain warung karena emaknya lagi Salat Dzuhur,” kata Nurdin ditemui di kediamannya, Rabu, 8 Juni 2022.

BACA :  Mobil ACT Indonesia Pengangkut Sembako Bantuan Tsunami Terbalik di Cibaliung

Kata Nurdin, berdasarkan pengakuan korban bahwa pelaku jambret berjumlah dua orang dengan menggunakan satu motor. Saat beraksi, mereka berpura-pura menjadi pembeli di warung yang dijaga korban.

“Jambretnya ini pura-pura belanja, pilih-pilih belanjaan. Terus pas korban lagi sibuk langsung diambil itu HP-nya,” terangnya.

Setelah sadar HP-nya diambil oleh jambret, lanjut Nurdin, korban kemudian berusaha mengejar pelaku hingga meraih kantong pelaku. Sayangnya, pelaku dua orang itu langsung kabur naik motor yang sudah siap jalan di depan warung itu.

“HP-nya ada di kantong pelaku. Terus korban berusaha ngambil HP-nya tarik-tarikan sampai akhirnya keseret motor,” paparnya.

Korban yang berani mengejar pelaku itu sempat terseret motor hingga 15 meter dari tempat kejadian. Sayangnya, pelaku berhasil kabur sedangkan korban terjatuh dengan luka di tangan dan kaki.

BACA :  70 Pengusaha Makanan Lokal di Kabupaten Lebak Diusulkan Dapat Sertifikat Halal 2019

“Terseretnya lumayan ada 15 meteran. Lukanya di tangan, lutut, mata kaki. Paling parah lutut sama bagian mata kakinya. Untungnya pakai celana panjang, kalau pakai celana pendek makin parah,” bebernya.

Orang Tua Gereget

Orangtua Dafan Rasyad Muthawali, bocah korban penjambretan hingga terseret motor pelaku, geram dengan aksi jambret yang menyasar anaknya.

Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh akibat terseret motor jambret hingga 15 meter saat coba pertahankan HP orangtuanya yang dicuri para pelaku.

Sang ayah, Syaifullah (40) mengaku, kesal dan geregetan terhadap pelaku yang mengincar anaknya itu.

“Ya sakit hati juga sih, kesal, geregetan karena nyasarnya ke anak kecil,” katanya ditemui di kediamannya, Rabu (8/6/2022).

BACA :  Launching Gerakan Pelajar Bersedakah, Sachrudin: Pelajar Harus Jadi Pribadi Pemberi

Dia mengaku, saat peristiwa terjadi dirinya sedang bekerja. Dia baru tahu anaknya jadi korban penjambretan setelah diceritakan dari keluarga usai pulang kerja.

Menurutnya, HP yang dijambret itu merupakan handphone yang digunakan untuk berjualan pulsa. Saldo di dalamnya pun diakui masih cukup banyak.

“Saldo buat isi pulsa masih lumayan, lebih dari Rp100 ribuan lah,” ungkapnya.

Dia berharap, dua pelaku jambret tersebut segera diringkus dan mendapat ganjaran hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

“Harapan dari orangtua korban ya pelaku cepat ditangkap dan dihukum yang setimpal,” ungkapnya kesal.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler