Connect with us

Berita Utama

Polda Banten Turunkan Tim Traffic Accident Analysis Tangani Laka Maut Odong-odong vs Kereta Api yang Renggut 9 Nyawa di Silebu

Published

on

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto mengatakan Polda Banten menurunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap peristiwa odong-odong ditabrak kereta api yang menewaskan sembilan penumpang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Direktorat Lalu Lintas atau Ditlantas Polda Banten menurunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk menangani kecelakaan maut odong-odong yang ditabrak kereta api di Kampung Silebu Toples, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa, 26 Juli 2022.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto mengatakan, Tim TAA diturunkan untuk merekonstruksi kejadian sebelum, sesaat dan setelah terjadinya laka lantas tersebut.lHal tersebut disampaikan Budi seusai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim TAA Polda Banten, Selasa 26 Juni 2022.

BACA :  Camat Pulomerak Bantah Perintahkan Suruhannya Menebang Pohon di Pulau Merak Kecil

“TAA merupakan sebuah metoda yang dapat digunakan untuk menjelaskan kejadian perkara laka lantas dengan cara merekam TKP, sehingga menghasilkan rekaman berupa foto atau video, yang dapat digunakan untuk merekonstruksi kejadian sebelum, sesaat dan setelah terjadinya laka lantas,” ujar Budi kepada awak media. 

Ditlantas Polda Banten dan Satlantas Polres Serang melakukan olah TKP odong-odong ditabrak kereta api yang menewaskan sembilan orang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Begitu sampai di lokasi tim TAA Polda Banten langsung melakukan olah TKP dengan menggunakan alat TAA 3D scanner untuk mengungkap kepastian penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

Budi mengaku optimistis dengan metode TAA penyidik dapat mengungkap dan memperjelas peristiwa kecelakaan tersebut sehingga memudahkan penyidik dalam pengungkapan perkara kasus laka lantas.

BACA :  Polisi Beri Kesempatan Sekolah Tanggung Jawab

“Ke depan penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap supir dan perusahaan karoseri yang membuat odong-odong tersebut untuk mengetahui apakah kendaraan tersebut layak digunakan,” tutup Budi. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler