Connect with us

Berita Terbaru

Alert! Warga Citeureup Pandeglang Ramai-ramai Bakal Geruduk PT JHL

Published

on

Warga Citereup bakal menggelar aksi demo di PT JHL. (Istimewa)

Pandeglang – Masyarakat dan Forum Pemuda Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, bakal melakukan aksi demonstrasi di lokasi proyek PT Jaya Hunian Lestari atau JHL pada Senin 15 Agustus 2022 mendatang.

Aksi ini dilandasi dasar keresahan masyarakat terkait banjir di Desa tersebut. Mereka menduga bahwa salah satu faktor penyebab banjir karena adanya proyek PT JHL.

Ketua Forum Pemuda Citeureup Awang Gustiawan mengatakan, sejak PT JHL berinvestasi di Desa Citeureup pada Agustus 2021 lalu, desa ini sering mengalami banjir.

“Dari catatan kami sejak Januari sampai Agustus 2022 sudah terjadi 4 sampai 5 kali banjir. Kami menduga hal ini disebabkan oleh proyek perkebunan vanili milik PT JHL,” kata Awang kepada BantenHits, Jumat 12 Agustus 2022.

BACA :  Satu Terduga Teroris di Cilegon Diduga Jaringan Filipina Selatan

Menurut Awang, faktor penyebab banjir itu karena ada penggundulan hutan di dataran tinggi. Sehingga air yang tak tertapung karena kehilangan resapan, mengalir begitu deras ke bawah.

“Ditambah irigasi yang kecil dan adanya pendangkalan aliran sungai membuat air cepat meluap ke pemukiman warga dengan material tanah mirip lumpur,” jelasnya.

Awang juga menyoroti rencana kerja PT JHL yang terkesan tertutup kepada warga. Sosialisasi yang tidak merata dan tidak adanya masterpland proyek membuat warga bertanya-tanya PT JHL akan membuat apa.

“JHL ini ngaku udah melakukan sosialisasi, tapi sosialisasi ke siapa? Karena pada faktanya masih ada warga yang bertanya-tanya di sana mau dijadikan apa,” ungkapnya.

BACA :  Pokja Wartawan Lebak Bantu Penuhi Kebutuhan Gadis Cantik di Cikulur Depresi Gegara Tak Punya Gadget

Keluhan Tak Ditanggapi Serius

Awang menyebut masyarakat dan Forum Pemuda Citeureup sudah beberapa kali menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak PT JHL, Pemkab dan DPRD Pandeglang agar mendapat solusi, akan tetapi keluhan itu kurang ditanggapi dengan serius.

“Kami sudah sampaikan ke Wakil Bupati dan DPRD terkait persoalan ini dengan maksud supaya mereka bisa menjembatani kepentingan masyarakat,”tandasnya.

“Selain itu, kami juga sudah bertemu dengan Direktur JHL pak Steven Beteng tapi tak ada tindakan serius, hal yang kecil aja seperti rambu-rambu tidak ditindaklanjuti, apalagi yang besar seperi banjir makanya kami pilih untuk demo saja,”sambungnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler