Connect with us

Berita Terbaru

Ketika Barista dari Tiga Provinsi Beraksi Pamer Keahlian Racik Kopi Nusantara di Cilegon

Published

on

Salah seorang barista saat menyajikan proses pembuatan minuman kopi di hadapan tiga orang juri pada gelaran Cilegon Brewers Championship di GIF Coffee, Sabtu, 24 September 2022. Pada event ini, para barista dari tiga provinsi unjuk kemampuan meracik kopi. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Puluhan barista dari berbagai daerah di Banten, Jawa Barat, dan Jakarta berkumpul di Kota Cilegon, Sabtu, 24 September 2022. Mereka memamerkan keahlian meracik kopi nusantara.

Para barista ini berkumpul untuk beraksi unjuk kemampuan pada gelaran Cilegon Brewers Championship di GIF Coffee, Kota Cilegon. Selain adu ketangkasan meracik kopi khas Indonesia, mereka juga adu lihai soal pengetahuan kopi dan edukasi konsumen.

BACA :  Banten Dikenal Tempat Orang 'Sakti', Ini Cerita Para Terduga Teroris Pilih Bekali Ilmu Kebal di Sukabumi

“Ini event pertama skala nasional berupa open service, di barista itu ada namanya manual brews. Untuk para barista itu mereka mengenalkan public hospitality, itu memudahkan para barista dan yang diuntungkan para owner. Targetnya gimana caranya untuk repeat order,” kata panitia Cilegon Brewers Championship, Diar Putra Lesmana di Cilegon.

Menurut Diar, gelaran yang menyuguhkan skill para barista ini baru pertama kali digelar di Cilegon. Event ini sengaja digelar di Cilegon agar komunitas barista dari berbagai daerah bisa saling tukar pengetahuan soal meracik kopi.

“Harapannya buat kita di kopi nggak cuma bisnis, tapi ada knowledge tentang kopi sendiri. Jadi orang ngopi bukan sekedar minum tapi ada aspek variabel menyampaikan yang ada di industri kopi,” katanya.

BACA :  Imbauan Jangan Mudik Mulai Disosialisasikan di Lebak

Sementara, salah seorang peserta asal Bekasi, Dike Vidie mengungkapkan dirinya sengaja ikut lomba ini untuk melatih mental dan keahlian dalam meracik kopi. Dike yang sehari-hari bekerja di kedai kopi ini menampilkan racikan kopi Gayo dari Aceh.

“Sedikit grogi, tapi nggak begitu yang tegang banget. Lomba begini kepake beneran (di kedai kopi), pertama buat public hospitality ke customer buat menjelaskan menu, produk apa yang dijual dan lain sebagainya,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler