Connect with us

METROPOLITAN

PKS Diserang di Banten; Dikaitkan Radikalisme hingga Spanduk Dukung Khilafah

Published

on

PKS DISERANG SPANDUK DUKUNG KHILAFAH YANG TERPASANG DI JALAN RAYA SERPONG

Partai Keadilan Sejahtera atau PKS diserang isu radikalisme dan spanduk dukung Khilafah. Tampak dalam foto sebuah spanduk mengatasnamakan PKS terpasang di Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan.(FOTO: Istimewa)

Tangerang – Partai Keadilan Sejahtera atau PKS diserang isu liar, mulai dari dikaitkan radikalisme hingga pemasangan spanduk dukung Khilafah Islam. Dua serangan itu terjadi di wilayah Banten.

Serangan pertama dilemparkan lewat diskusi menangkal bahaya terorisme yang digelar Forum Pemuda Lintas Agama Banten di sebuah kafe di Kota Serang, Kamis, 7 Juni 2018. Diskusi tersebut secara gamblang mengaitkan PKS dengan radikalisme.

Pernyataan-pernyataan yang mengaitkan partai yang kini dinakhodai Shohibul Imam dengan radikalisme tersebut disampaikan dua narasumber dalam diskusi bertajuk, “Deradikalisasi Menangkal Bahaya Terorisme”, yakni Ketua GP Ansor Banten Ahmad Nuri dan koordinator Forum Pemuda Lintas Agama Serang Asep Najmusakib.

“Bahkan beberapa kasus (terorisme) yang terjadi, contohnya penangkapan yang dilakukan Densus 88 terhadap salah satu politikus PKS Kabupaten Pasuruan yang terlibat dengan ISIS pada tahun 2017 dan puisi Anis Matta untuk Oesama bin Laden. Pertanyaannya, apakah sikap tersebut menggambarkan komitmen partai untuk mempertahankan integritas bangsa Indonesia?” kata Ahmad Nuri, Kamis, 7 Juni 2018.

Diskusi Forum Pemuda Lintas Agama Banten

Diskusi menangkal bahaya terorisme digelar Forum Pemuda Lintas Agama Banten di sebuah kafe di Kota Serang, Kamis, 7 Juni 2018.(Banten Hits/ Mahyadi)

Menurut Nuri, terorisme merupakan kejahatan trans-nasional yang mengancam keselamatan umat manusia, khususnya di Indonesia dan mengancam Hak Asasi Manusia (HAM) di belahan bumi manapun.

“Indonesia adalah dimensi yang multikultural yang berlatar aga,am budaya, kultur, nilai adat istiadat. Sedang intoleransi bukanlah budaya, norma bangsa Indonesia, sehingga segala bentuk radikalisme tidak sesuai dengan ideologi bangsa (yakni) Pancasila,” kata Ahmad Nuri kepada awak media, Kamis, 7 Juni 2018.

Tuntut Pemerintah Evaluasi

Asep Najmusakib melontarkan pernyataan senada. Dia bahkan mendesak pemerintah melakukan evaluasi partai politik, menyusul adanya anggota partai politik yang ditangkap Densus 88.

“Bagaimana menangkal radikalime dan terorisme, kita berharap ormas (dan) partai politik sesuai dengan nilai Pancasila, karena pernah ada anggota partai yang kena Densus 88 sebagai teroris. Maka dari itu kita dorong pemerintah untuk evaluasi partai keseluruhan, kita tidak mau partai memunculkan anggota partai yang ikut partai radikal,” pungkasnya.

Spanduk Dukung Khilafah Islam

Di waktu yang bersamaan di wilayah Kota Tangerang Selatan, muncul spanduk mengatasnamakan PKS yang menyatakan mendukung Khilafah Islam.

Melalui keterangan pers, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Tangerang Selatan Agus Winarjo, memastikan spanduk tentang Khilafah yang sempat beredar di media sosial dan media online bukan dari PKS, tapi dari pihak yang ingin mengadu domba PKS dengan masyarakat.

“Ada pihak yang ingin mengesankan ke masyarakat bahwa PKS anti NKRI melalui spanduk tentang Khilafah,” kata Agus, Kamis malam, 7 Juni 2018.

Agus menegaskan, pihaknya tidak pernah menginstruksikan ke struktur partai dan kader PKS untuk membuat dan memasang spanduk tentang Khilafah, apalagi di bulan Ramadhan ini. Karena kita memahami bahwa UUD 1945 merupakan konsensus yang sudah kita sepakati bersama sebagai konstitusi NKRI.

“Dan platform PKS sebagai partai politik dalam berjuang membangun bangsa sangat sesuai dengan amanah konstitusi,” katanya.

Agus menjelaskan, jika membaca kembali platform PKS, maka sama dengan apa yang sudah tercantum dalam pembukaan konstitusi. PKS berkomitmen untuk senantiasa hadir menjadi Pelopor dalam merealisasikan tujuan bernegara yang sudah diamanatkan dalam pembukaan konstitusi.

“PKS sebagai salah satu entitas Partai Politik punya peran besar dalam merealisasikan tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Dan patut kita catat, bahwa dalam konstitusi kita, Partai Politik itu punya tempat yang luar biasa,” jelasnya.

“Jadi, bagi pihak-pihak yang ingin tahu lebih dalam tentang perjuangan PKS silahkan baca buku platform PKS. Karena buku ini sebagai panduan PKS dalam bekerja membangun bangsa, dan tidak ada bab yang menjelaskan tentang khilafah,” sambungnya.

Agar insiden spanduk black campaign tersebut tidak terulang lagi, Agus memerintahkan kepada seluruh kader PKS khususnya tim pengamanan Kepanduan Tangerang Selatan untuk patroli di lapangan. Dan pihaknya juga akan melakukan upaya hukum jika terjadi dikemudian hari lagi.

“Upaya menjelekkan citra partai melalui fitnah, hoax, dan black campaign harus dihindari, jika ada pihak yang terbukti melakukan itu perlu dilaporkan ke pihak berwajib agar ada efek jera,” tegasnya.

Serangan Terkait Gerakan #2019GantiPresiden

Humas PKS Banten Yoga Utama menyesalkan tindakan provokatif yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, PKS sebagai partai politik yang sah telah mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Dan itu sudah clear. Katanya

Yang diperjuangkan PKS adalah bagaimana Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan disegani bangsa lain. Dan yang terpenting lagi PKS selalu memperjuangkan Masyarakat yang adil dan sejahter. Jelas PKS tidak memiliki tujuan mengganti dasar negara menjadi khilafah. PKS meyakini bahwa Pancasila sudah menjadi kesepakatan semua kalangan ditengah kemajemukan Indonesia.

Yoga menjelaskan, mungkin ini bagian dari tahun politik bisa saja ada upaya dari pihak lain yang terancam dengan momentum 2019 yang bisa jadi menjadi milik PKS. Sehingga belakangan ini muncul opini yang berupaya menyudutkan keberadaan PKS.

Bahkan beberapa hari terakhir ini muncul gerakan yang berupaya membubarkan PKS dari kancah politik nasional dengan tuduhan PKS bagian dari kejahatan terorisme di Indonesia. Ini jelas tuduhan keji dan salah alamat.

Menurutnya, gerakan yang akan membubarkan PKS muncul setelah salah satu kader PKS menginisiasi gerakan #2019GantiPresiden.

“Setelah inisiasi gerakan Ganti Presiden banyak kalangan yang mendukung, banyak gerakan yang menyerang PKS. Maka saya berpesan kepada masyarakat untuk jangan mudah menerima berita hoak yang memfitnah PKS. Dan kepada kader PKS untuk tetap solid dan jangan terprovokasi dengan ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya harap kader PKS tetap fokus turun ke masyarakat dan mengadvokasinya,” tutup Yoga.(Rus)

Trending