Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Produk Baru Pertamina Picu Pasokan Elpiji Berkurang

Published

on

Banten Hits.com – Pasokan gas elpiji ukuran 12 kilogram di sejumlah wilayah Tangerang, Banten mulai berkurang. Kurangnya pasokan merupakan buntut dari rencana Pertamina yang akan mengganti gas elpiji 12 kg dengan produk baru Bright Gas dan Ease Gas.

Lantaran pasokan elpiji 12 kilogram yang berkurang dan sudah mulai langka, mengakibatkan banyak masyarakat yang beralih ke elpiji ukuran 3 kilogram.

Otomatis kondisi ini juga memicu terjadinya pengurangan pasokan dan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Banten Hits.com – Pasokan gas elpiji ukuran 12 kilogram di sejumlah wilayah Tangerang, Banten mulai berkurang. Kurangnya pasokan merupakan buntut dari rencana Pertamina yang akan mengganti gas elpiji 12 kg dengan produk baru Bright Gas dan Ease Gas.

Lantaran pasokan elpiji 12 kilogram yang berkurang dan sudah mulai langka, mengakibatkan banyak masyarakat yang beralih ke elpiji ukuran 3 kilogram.

Otomatis kondisi ini juga memicu terjadinya pengurangan pasokan dan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Kurangnya pasokan gas elpiji baik ukuran 12 kilogram dan 3 kilogram ini sebagaimana yang terjadi di Kota Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Kepala Disperindag Kota Tangerang Selatan, Muhammad, terjadinya pengurangan pasokan gas 3 kilogram merupakan buntut rencana kebijakan Pertamina yang akan mengganti gas elpiji 12 kg dengan produk baru Pertamina, yaitu Bright Gas dan Ease Gas.

“Dengan demikian konsumen 12 kg, mengambil yang 3 kilo, sehingga terganggu untuk pasokan gas 3 kg ini,” ungkap Muhammad saat menggelar sidak bersama Korwil LPG Hiswana Migas Kota Tangsel, di beberapa tempat penjualan gas di Serpong Utara, Rabu (29/05).

Muhammad mengkhawatirkan pengurangan pasokan gas ini akan memicu terjadinya kelangkaan dan masyarakat sebagai konsumen menjadi kian sulit.

“Ini baru kita tahu ada pengurangan sebanyak 60 ton gas per bulan,” akunya.

Lantaran adanya pengurangan pasokan, lanjut Muhammad, otomatis membuat kebutuhan elpiji tiga kilogram menjadi membengkak. Sedangkan stok yang disediakan oleh Pertamina tidak mengalami penambahan.

“Bukannya nambah malah berkurang 60 ton per bulannya. Jadi ini bukan lantaran adanya penimbunan,” katanya.

Secara garis besar, stok elpiji di Kota Tangsel masih tergolong aman. Hanya saja, perlu sosialisasi dari Pertamina soal dua produk barunya tersebut.

“Masih banyak di pasaran. Hanya saja memang pengguna elpiji 12 kilogram banyak yang beralih ke tiga kilogram,” jelasnya.
Asisten Manager Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Indah Sri Rezeki, Kecamatan Serpong Utara, Ariyanto, membenarkan adanya pengurangan suplai dari Pertamina.

Jumlah total pengurangan suplai gas di SPPBEnya mencapai 60 ton gas selama tiga bulan terakhir.

“Memang benar, kalau ada pengurangan pasokan. Tapi jumlahnya tergolong masih relatif sedikit,” kata Ariyanto
Setiap harinya, lanjut Ariyanto, SPPBE ini mampu mengisi 800 ribu tabung gas untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Kota Tangsel.

Jumlah stok tersebut didistribusikan dan tersebar di 15 agen elpiji. Sementara SPBBE PT Indah Sri Rezeki ini hanya mengisi tabung gas bersubsidi.

“Kita hanya ngisi tabung gas tiga kilogram saja. Yang lainnya tidak. Stok di Tangsel jika melihat peta penyaluran kami masih tergolong aman,” paparnya.

Ariyanto menjelaskan, sebanyak  800 ribu kg pasukan setiap bulannya, namun mengalami penurunan sebanyak 60 ribu ton, hal ini dilakukan dari Pertamina.

“Kita hanya menjual, hak untuk mengirim pasokan yakni Pertamina,”jelasnya.

Sementara berdasarkan pantauan di toko sumber gas Serpong, suplai gas untuk ukuran 12 kilo mengalami pengurangan jatah, yakni hanya dikirimkan dua hari sekali dengan jumlah 100 tabung, dan sebelumnya bisa mencapai 200 tabung. Sedangkan untuk gas 3 kg tetap dikirim sebanyak 200 kg.

“Pengiriman gas untuk 3 kg aman, namun permintaanya mengalami peningkatan,sehingga ini yang menyebabkan kelangkaan gas,” ungkap Sumi (33) pemilik Sumber gas.

Sumi mengatakan, sejak Januari kemarin, suplai gas 12 kg mengalami pengurangan jatah. “Setiap tanggal 25 jatahnya dikurangi,” jelasnya.

Korwil LPG Hiswana Migas Tangsel, Saleh Bahar juga mengakui keberadaan dua produk baru Pertamina yakni Bright Gas dan Ease Gas, memengaruhi peredaran elpiji ukuran 12 kilogram dan tiga kilogram di pasaran. Namun, menurutnya produk Ease Gas sudah beredar selama dua bulan di lapangan.

“Memang belum disosialisasikan. Tapi sudah di jual di beberapa tempat,” jelasnya. (Riani)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =

Trending