Connect with us

METROPOLITAN

Sriwijaya : Teguran Febri Sudah Sesuai SOP

Published

on

Banten Hits.com – Sriwijaya Air angkat bicara soal kasus yang dialami Nur Febriyani, pramugari Sriwijaya Air yang dipukul Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi, Rabu malam lalu (05/06).

Sriwijaya menilai teguran yang dilakukan Febri sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Sesuai prosedur, siapa pun penumpang, baik warga biasa maupun pejabat harus mematikan alat komunikasi saat pesawat akan take off. Karena membahayakan keselamatan penerbangan,” ungkap Agus Soedjono, Juru Bicara Sriwijaya Air dalam keterangan pers di kantor pusat Sriwijaya Air, Neglasari Kota Tangerang, Jumat (07/06).

Banten Hits.com – Sriwijaya Air angkat bicara soal kasus yang dialami Nur Febriyani, pramugari Sriwijaya Air yang dipukul Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi, Rabu malam lalu (05/06).

Sriwijaya menilai teguran yang dilakukan Febri sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Sesuai prosedur, siapa pun penumpang, baik warga biasa maupun pejabat harus mematikan alat komunikasi saat pesawat akan take off. Karena membahayakan keselamatan penerbangan,” ungkap Agus Soedjono, Juru Bicara Sriwijaya Air dalam keterangan pers di kantor pusat Sriwijaya Air, Neglasari Kota Tangerang, Jumat (07/06).

“Teguran dilakukan dengan baik, secara sopan. Tapi pelanggan kurang terima, saat itu pramugari sempat mendapat perlakuan kurang baik,” jelas Agus.

Agus mengatakan, Febri sudah melakukan yang terbaik, karena di dalam pesawat memang tidak boleh menyalakan telepon genggam. 

“Febri sudah menegur dengan baik dan sopan. Tapi pelanggan tidak terima dan bahkan malah memukul korban saat para penumpang turun dari pesawat,” jelas Agus.

Sayangnya Agus tidak mau menyebutkan secara rinci siapa pejabat yang dimaksud. Bahkan pramugari Febriani sendiri tidak dihadirkan dalam keterangan pers tersebut, dengan alasan Febri tengah beristirahat.

“Saya sendiri juga belum ketemu. Kemungkinan Febi masih istirahat dan tidak mau diganggu dulu,” kilahnya.

Seperti diketahui, Nur Febriani, pramugari Sriwijaya Air dipukul Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi, Rabu malam lalu (05/06),

Insiden itu bermula saat Febriani menegur Zakaria di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, karena Zakaria kedapatan menggunakan telepon genggam saat proses boarding pesawat.

Saat itu Febriani meminta Zakaria mematikan telepon genggamnya. Namun Zakaria malah emosi, dan terlibat cekcok mulut. Febri pun tidak memperpanjang persoalan itu.

Rupanya, Zakaria masih dendam dan emosi, dan memukul Febri saat para penumpang akan turun dari pesawat setibanya di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Kasus ini sendiri ditangani Polsek Pangkalan Baru, Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Zakaria pun sudah ditetapkan sebagai tersangka. Zakaria terancam dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. (soed) 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =

Trending