Connect with us

METROPOLITAN

KPS Menumpuk di Kantor Pos

Published

on

Banten Hits.com– Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang merupakan syarat untuk mencairkan bantuan langsung tunai sementara masyarakat (BLSM), hingga Rabu (26/6/2013) masih menumpuk di Kantor Pos Tigaraksa.

Di Kantor Pos Tigaraksa sendiri, KPS yang diterima sebanyak 19.000. Dari jumlah itu, pihak kantor pos mengaku, baru mendistribusikan sebanyak 3.000 KPS saja. Tidak terdistribusinya KPS secara maksimal, karena Kantor Pos Tigaraksa kekurangan tenaga pengantar Kartu.

Banten Hits.com– Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang merupakan syarat untuk mencairkan bantuan langsung tunai sementara masyarakat (BLSM), hingga Rabu (26/6/2013) masih menumpuk di Kantor Pos Tigaraksa.

Di Kantor Pos Tigaraksa sendiri, KPS yang diterima sebanyak 19.000. Dari jumlah itu, pihak kantor pos mengaku, baru mendistribusikan sebanyak 3.000 KPS saja. Tidak terdistribusinya KPS secara maksimal, karena Kantor Pos Tigaraksa kekurangan tenaga pengantar Kartu.

BACA :  KPK Larang Mobil Dinas Dipakai Mudik, Zaki Malah Membolehkan

Akibat dari tidak terdistribusinya KPS itu, menurut Saifulloh, Kepala Distributor Kantor Pos Tigaraksa, masyarakat Tigaraksa belum bisa mencairkan BLSM.

Ahmadi (30), salah seorang warga Kampung Suka Bandung RT 02, RW 001, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/6/2013) siang mendatangi Kantor Pos Cabang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Ahmadi adalah salah seorang warga yang hingga saat ini belum mendapatkan KPS itu. Menurutnya, hingga Rabu (26/6/2013) siang tadi dirinya masih belum mendapat KPS yang dimaksud. Padahal, beberapa tetangganya sudah mendapatkan KPS tersebut.

Ahmadi mengatakan, dirinya sudah coba untuk menanyakan hal tersebut kepada ketua RT setempat, namun ahmadi malah disarankan untuk menanyakan langsung ke kantor pos.

BACA :  Enam Kecamatan di Lebak Rawan Peredaran Narkoba

”Saya disuruh Pak RT dateng ke kantor pos, karena datanya ada di sini. Namun pihak kantor pos bilang saya disuruh nunggu di rumah saja,” ujarnya.

Terkait KPS milik Ahmadi itu, Saifulloh mengatakan, kemungkinan KPS milik Ahmadi masih terselip bersama tumpukan KPS lainnya. Pasalnya, menurut SDaifulloh, KPS yang dibagikan ke warga nomornya tidak berurutan.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler