Connect with us

METROPOLITAN

Kemarau, Tinggi Muka Air Sungai Ciberang di Bawah Normal

Published

on

Banten Hits – Musim kemarau yang mulai melanda di Kabupaten Lebak membuat tinggi muka air Sungai Ciberang berada di bawah normal. Hingga Senin (27/7/2015) pukul 13.00 WIB terpantau tinggi muka air di Sungai tersebut hanya berada pada ketinggian 0,50 centimeter dari tinggi normal seharusnya 1,50 centimeter.

“Dari mulai seminggu ini tinggi muka air memang mengalami penurunan, kondisi air pun lebih keruh,” kata Muhamad Said Setiawan, petugas Pos Duga Air Jembatan Keong, kepada Banten Hits.

Kata dia, Kendati tidak signifikan, namun tinggi muka air sempat mengalami kenaikan akibat wilayah Rangkasbitung yang diguyur hujan.

Pada tanggal 20 Juli, tinggi muka air hanya berada pada 0,31 cm, kemudian menurun pada hari keesokan harinya menjadi 0,27 cm. Ketinggian air mengalami kenaikan pada tanggal 22 Juli sekitar 0,28 cm, dan kembali naik menjadi 0,30 cm.

“Kemarin tinggi air sempat mencapai 0,59 cm tapi siang ini sudah turun di 0,50 cm. Kalau untuk debitnya saya harus tanyakan dulu ke bendung Pamarayan karena di sini hanya memantau tinggi air saja,” ucapnya.

Said mengaku, untuk memantau tinggi muka air tersebut, ia sudah sepekan tidak menggunakan alat Telemetri, namun menggunakan alat pantau manual yang berada di bawah jembatan Keong.

“Kemungkinan pensil di dalam alatnya tertanam lumpur, kemarin memang sudah coba untuk di cek. Tapi, sudah seminggu ini memang memantau airnya secara manual,” jelasnya.

Pantauan Banten Hits, tumpukan sampah dan potongan ranting-ranting pohon terlihat menumpuk di bawah jembatan Keong. Tinggi muka air yang berada di bawah normal membuat tumpukan sampah tak lagi bisa mengalir hingga tersangkut di tiang jembatan.(Rus)

 

Trending