Connect with us

METROPOLITAN

Penghasilan Pencari Cacing di Cisadane Menurun karena Kemarau

Published

on

Banten Hits – Musim kemarau yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini, dikeluhkan pencari cacing di Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Selama kemarau, jumlah cacing di Sungai Cisadane sedikit karena air tidak mengalir.

“Kalau musim kemarau, air tidak mengalir. Jadi, cacing itu sedikit. Kalau pun ada, cacing banyak yang mati akibat kepanasan. Beda dengan musim hujan. Air di sungai mengalir dan cacing pun banyak,” kata Dodi (40), salah seorang pencari cacing kepada Banten Hits usai mencari cacing di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Selasa (28/7/2015) siang.

Dodi mengaku, dirinya telah delapan tahun menghidupi istri dan kedua anaknya dari hasil mencari cacing di Sungai Cisadane. Selama kemarau berlangsung, penghasilannya menurun drastis.

BACA :  BKD Pandeglang Belum Terima Surat Penahanan Mantan Bendahara Dindik

“Kalau musim kemarau, penghasilan cacing cuma dapet 10 gayung. Nah, kalau hujan penghasilannya cukup lumayan. Bisa sampai 25-30 gayung,” katanya.

Dodi menjelaskan, cacing yang didapatnya dari Sungai Cisadane dijualnya ke pengecer dan pengepul dengan harga bervariasi.

“Kalau saya sendiri jual ke pengepul seharga Rp 10 ribu, kalau ke pengecer Rp 15-17 ribu,” jelasnya.

Dengan harga tersebut, selama ini Dodi mengantongi penghasilan tak kurang dari Rp 400 ribu per hari. Namun kini penghasilannya hanya mencapai Rp 150 ribu per hari.(Rus)



Terpopuler