Connect with us

METROPOLITAN

3.000 Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Dibiarkan Tidur di Ruang Tunggu Bandara Soetta

Published

on

Banten Hits – Kabut asap di Pulau Sumatera berimbas pada penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Berdasarkan data PT Angkasa Pura II, 3.000 penerbangan di Bandara Soekarno Hatta Tangerang terpaksa dibatalkan.

Wartawan Banten Hits Hendra Wibisana melaporkan, sejak September 2015 tercatat ada 3.000 penerbangan yang dibatalakan oleh sejumlah maskapai penerbangan di Bandara Soetta. Sementara, penumpang yang hendak melakukan perjalanan lewat penerbangan dan terlanjur datang ke Bandara Soetta memilih untuk bertahan dan menginap di ruang tunggu.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya mengatakan, kebakaran lahan dan hutan berdampak pada jarak padang yang sangat terbatas. Inilah yang membuat sejumlah jadwal penerbangan terganggu hingga pembatalan penerbangan.

BACA :  Lima Ustaz Ponpes di Kota Tangerang Positif Covid-19, Begini Nasib Santri-santrinya

“Sejak bulan September 2015 ada 3.300 jadwal penerbangan yang mengalami delay dan 3.000 penerbangan yang dibatalkan maskapai akibat dampak kabut asap di Wilayah Sumatera dan Kalimatan,” kata Budi, Selasa (29/9/2015).

Maskapai yang melakukan pembatalan penerbangan, kata Budi, di antaranya Garuda, Citilink, Lion Air dan sriwijaya. Pembatalan ribuan penerbangan itu mengakibatakan kerugian bagi dunia penerbangan.

“Kalau AP II mengalami kerugian akibat dampak kabut asap tersebut lebih dari Rp 10 milyar,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, hingga saat ini kabut asap tersebut masih meyelimuti sejumlah bandara di wilayah Pekan Baru, Riau, dan Jambi.

“Dari informasi yang kita dapatakan, sejumlah bandara seperti yang telah saya sebutkan itu masih di selimuti kabut dan asap,” jelasnya.

BACA :  Pemkot Tangerang Siap Hadapi Perlawanan Peternak Babi di Kecamatan Neglasari

Sementara itu, Tulus, salah seorang calon penumpang tujuan Jambi mengaku sudah dua hari berada di terminal 1B Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

“Sampai saat ini dari pihak maskapai sendiri belum ada pemberitahuan kalau kondisinya seperti ini. Mungkin (kalau ada pemberitahuan) saya juga tidak jadi berangkat,” ucapnya.

Tulus menambahkan, akibat kekacauan jadwal penerbangan yang disebabkan kabut asap ini, dirinya tetap harus bersabar menunggu keberangkatan.

“Saya kan awalnya dari Bali dan transit di Bandara Soekarno Hatta untuk melakukan penerbangan ke Jambi. Dengan kondisi seperti ini, ya saya cuma menunggu kabar keberangkatan aja,” ujarnya.(Rus)

 



Terpopuler