Connect with us

METROPOLITAN

Keluarga Murid Pembacok Guru dan Ketua Yayasan Darussalam Panongan Serahkan Proses Hukum ke Kepolisian

Published

on

Banten Hits – Keluarga FP (16) siswa kelas X SMK Darrusalam yang tega membacok gurunya sendiri, mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak Kepolisian.

Kendati menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang, namun keluarga juga berharap dalam proses hukum tersebut ada keringanan yang diberikan mengingat FP mempunyai pribadi yang baik dan religius.

“Saya serahkan kasus ini kepada yang berwajib, berani berbuat juga harus berani bertanggung jawab. Tapi, saya sebagai keluarga juga berharap ada keringanan,” kata Dede Nurhadi, kakak dari pelku FP saat ditemui wartawan, Senin (12/10/2015).

Dedi mengungkapkan, adik kesembilannya tersebut merupakan sosok yang pendiam dan taat beribadah. Karena itulah, keluarga juga tidak habis fikir FP bisa tega melakukan tindakan yang justru dilakukannya kepada gurunya sendiri di tempatnya menimba ilmu.

BACA :  Imala Sebut Pemkab Lebak Setengah Hati Tindak Truk Pasir Nakal

“Waktu itu malam-malam ada rame-rame yang di umumin lewat speaker masjid. Katanya ada maling, pas saya cari tau ternyata adik saya yang ditangkap warga,” tutur Dede.

Sebelumnya diberitakan, FP tega membacok guru dan Ketua Yayasan SMK Darussalam yang merupakan tempatnya mencari ilmu. Korban, Sri Astuti (45) dan Muryanah (23) mengalami kritis akibat luka bacokan sebanyak 5 kali yang dilakukan pelaku dengan membabi buta.

Lokasi pembacokan terjadi di Yayasan Darussalam di Kampung Bubulak RT 01 RW 03 Kelurahan Mekar Bhakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (6/10/2015) lalu. (Nda)



Terpopuler