Connect with us

METROPOLITAN

Polda Banten Pastikan Proses Dugaan Penganiayaan oleh Ketua Kadin Banten

Published

on

Banten Hits – Kepolisian Daerah (Polda) Banten, memastikan akan memproses dugaan penganiayaan yang dilakukan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, Mulyadi Jayabaya terhadap Tobari salah seorang warga Kampung Garung Sabrang, Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Jum’at (9/10/2015).

“Siapapun kalau benar ada laporannya, Direskrimum itu langsung memproses laporan tersebut tanpa terpengaruh siapa pelapornya dan siapa terlapornya,” kata Kabid Humas Polda Banten, AKBP Ermayadi saat dihubungi melalui telepone genggamnya, Minggu (11/10).

Namun, Ia mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut. Kendati demikian, jika laporan tersebut benar maka Polda Banten akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Untuk diketahui, Mulyadi Jayabaya atau yang akrab disapa JB diduga melakukan penganiayaan terhadap Tobari. Tak hanya JB, tiga orang anak buah dari mantan Bupati Lebak dua periode tersebut juga turut mengeroyok Tobari. Bahkan, mobil Tobari juga ikut menjadi sasaran pengerusakan hingga kaca mobil nya pecah karena dilempar batu oleh anak buah JB.

BACA :  NPHD Belum Ditandatangan, Tatu: Bupati Sakit Tulang Leher

Tak terima atas perlakukan tersebut, Tobari kemudian melaporkan penganiayaan dan pengerusakan terbut ke Polda Banten. Dalam tanda bukti lapor bernomor: TBL/224/X/2015/Banten/SPKT III tertanggal 10 Oktober 2015, JB dilaporkan bersama tiga orang lainnya yang diduga sebagai anak buahnya.

Dalam laporan tersebut, JB yang berstatus sebagai terlapor disebut melakukan penganiayaan terhadap korban (Tobari-red) dengan menarik krah baju hingga kancing baju lepas. Selanjutnya korban dipukul oleh JB pada bagian pelipis kanan. Tak hanya JB, dalam laporan tersebut anak buah JB secara bersama-sama memukul kepala dan lengan kiri korban.

Tak hanya mendapat tindakan penganiayaan, kaca depan mobil suzuki APV bernopol A 8556 PE milik Tobari tiba-tiba saja dilempar batu hingga pecah oleh salah seorang pelaku.

BACA :  Empat Fakultas di UNMA Banten Menghilang, Gara-gara Ini

Tobari berharap insiden penganiayaan yang dialaminya dan sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian bisa diusut tuntas. (Nda)



Terpopuler