Connect with us

METROPOLITAN

Meski Ditentang Pakar Tata Negara, Bupati Pandeglang Dukung Program Bela Negara

Published

on

Banten Hits – Meski pakar hukum tata negara Irmanputra Siddin telah mengingatkan program bela negara yang diwacanakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bisa bertentangan dengan UUD 1945 dan Undang-undang, namun Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi saecara tegas mendukung program tersebut.

Erwan yang ditemui Banten Hits usai membuka acara Workshop Gerakan Sayang Ibu (GSI) di Pendopo Bupati, Kamis (15/10/2015) berpendapat, bela negara sangat penting mengingat bangsa Indonesia memiliki ragam bahasa, suku dan budaya.

“Harus itu mah (bela negara). Kita sadar bangsa kita memiliki beragam suku, bahasa dan budaya,” ungkapnya.

Menurut Erwan, kesejahteraan yang belum merata bisa saja menjadi salah satu penyebab disparitas, jika warga negara tidak memiliki wawasan kebangsaan atau bela negara yang tinggi.

BACA :  Delapan dari 155 Kecamatan di Banten Rawan Kekurangan Pangan, Wagub Andika Beberkan Langkah-langkah Strategis

“Seperti daerah yang ingin memisahkan diri, makanya wawasan kebangsaannya harus tinggi, supaya masyarakat betul betul sadar hukum. Tapi penegak hukum tahu hukum dong, seperti yang disampaikan aktivis lingkungan itu. Masa gara-gara masyarakat maling kayu dihukum. Bukan saya orang bersih, tapi di situlah hati nurani,” katanya.

Erwan mengungkapkan, untuk mendukung wawasan kebangsaan yang tinggi semua unsur diharapkan harus berjalan beriringan sehingga masyarakat bisa menyontoh. Dulu, kata Erwan, bela negara bagi PNS diterapkan pembelajaran tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan di sekolah diadakan pelatihan-pelatihan wawasan kebangsaan.

“PNS dulu selalu mengikuti ujian tentang P4 B. Namun saat ini materi tersebut tidak ada. Disiplin pegawai dulu dengan sekarang sangat jauh perbedaannya,” kata Erwan sambil menyebut pencapaian karir dirinya menjadi bupati bukan dari politisi melainkan dari PNS.

BACA :  Konvoi Pelajar di Lebak Rayakan Kelulusan Dikeluhkan

Program bela negara yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan Keamanan, lanjut Erwan, tinggal dibuatkan metodenya saja termasuk di dalamnya soal penyesuaian usia.

“Silakan saja bentuk metodenya bagaimana. Kita sesuaikan dengen level usia. Intensitas dan kapasitasnya seperti apa kita sesuaikan. Bagi mereka yang sudah dewasa, apalagi bagi pegawai negeri, ada baiknya untuk meningkatkan disiplin kerja,” ucapnya.(Rus)



Terpopuler