Connect with us

METROPOLITAN

Dinkes Banten Waspadai Tenaga Kesehatan Asing Ilegal

Published

on

Banten Hits – Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten memberikan perhatian khusus kepada para tenaga kesehatan asing, yakni tenaga kesehatan ekspatriat.

 

Kadinkes Banten Yanuar, saat ditemui di Le Dian Hotel Serang mengatakan, perhatian khusus tersebut setelah pihaknya mendapat berbagai masukan dari stakeholder, terutama bidang kesehatan tentang banyaknya tenaga kesehatan asing yang memasuki wilayah Indonesia.

“Banten ini salah satu pintu masuk ke tanah air, tentu harus bisa dijaga agar tidak ada pekerja kesehatan asing yang masuk dengan ilegal, baik tenaga perawat, bidan, ahli pengobatan alternatif, maupun dokter,” terang Yanuar, Kamis (18/2/2016).

Ia mencoba mengingatkan dengan peristiwa yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu, dimana dokter asing dengan bebasnya membuka klinik. Dulu kata dia, para tenaga kesehatan asing hanya bisa masuk ke Rumah Sakit, namun seiring perkembangan zaman, pekerja tenaga kesehatan asing mulai memasuki wilayah kesehatan lain.

“Misalnya klinik, mereka membuka praktek secara ilegal, ini yang harus kita antisipasi,” tegasnya.

Soal berapa jumlah pekerja tenaga kesehatan asing yang berada di wilayah Banten, Yanuar mengaku, belum mengetahui dengan alasan belum mendatanya. Maka dalam rapat penyusunan rencana kerja instansinya, hal ini menjadi salah satu pembahasan penting.

“Yang baru kita tahu ada beberapa orang tenaga kesehatan asing di Lebak yang belum diketahui apakah sudah mendapatkan izin atau belum. Kami memperkirakan, untuk wilayah Banten pekerja tenaga kesehatan asing ini lebih banyak tersebar di wilayah Tangerang,” urainya.

Masih kata Yanuar, mulai tahun 2017 nanti, Dinkes Banten harus melakukan perubahan signifikan. Pasalnya, Undang undang No 23 Tahun 2014 tentang Kesehatan sudah mulai diberlakukan.

“Kita lagi susun kegiatan-kegiatan strategis dan melengkapi program-program yang kedepan harus ada, tetapi sekarang belum ada. Kemarin sudah ada beberapa masukan dari para stakeholder,” tutupnya.(Nda)

Trending