Connect with us

METROPOLITAN

Suap Bank Banten, Begini Permintaan Tri Satya kepada Ricky Tampinongkol Sebelum Pengesahan APBD

Published

on

Banten Hits – Tersangka kasus suap pendirian Bank Banten Tri Satya Santosa, disebut-sebut sebagai anggota DPRD Banten yang menyarankan Direktur PT Banten Global Development (BGD) saat itu Ricky Tampinongkol untuk memberikan uang kepada enam pimpinan fraksi di DPRD Banten.

Permintaan Tri kepada Ricky yang kini menjadi terdakwa dalam kasus tersebut disampaikan sebelum rapat Paripurna yang mengagendakan pengesahan APBD Banten TA 2016, 30 November 2015. Hal tersebut terungkap dalam sidang kasus suap Bank Banten di Pengadilan Tipikor Serang, Senin (22/2/2016).

Anggota DPRD dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyampaikan hal tersebut kepada Ricky dengan alasan agar tidak menimbulkan kegaduhan saat Paripurna Pengesahan ABPD berlangsung.

BACA :  Granat Aktif Ditemukan di Sawah Lalu Dikantongi Ketua RW di Lebak hingga Akhirnya Jibom Harus Lakukan Hal Ini

“Supaya tidak gaduh di paripurna besok, ada usaha enggak dari Pak Ricky kira-kira? Buat enam orang saja,” kata Tri Satya melalui pesan singkatnya seperti tertuang dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Khaerudin.

Menjawab saran tersebut, Ricky kemudian menyanggupi serta meyakinkan kepada Tri jika dirinya sudah berkomitmen dengan anggota DPRD.

“Siap! Siap! He Pak Tri, kayak gitu mah enggak usah diomongin Pak, tinggal perintah aja, gimana? Kan kita sudah komit,” jawab Ricky.

Pada awal Desember 2015 lalu, dua anggota DPRD Banten SM Hartono (Golkar) dan Tri Satya Santosa (PDI-Perjuangan) bersama Dirut PT BGD Ricky Tampinongkol ditangkap dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Tangerang.

BACA :  Gubernur, Ketua DPRD dan Direksi Bank Banten Digugat Rp 179 M Gara-gara Obral Kredit ASN ke BJB

Saat penangkapan, KPK menemukan uang ratusan juta yang diduga merupakan suap sebagai pemulusan APBD Banten Tahun 2016 untuk melicinkan anggaran penyertaan modal daerah mendirikan bank Banten.

Pasca penangkapan ketiganya, lembaga antirasuah pun aktif memanggil sejumah pihak. Mulai dari unsur piminan dan anggota DPRD Banten. Gubernur Banten Ranoi Karno pun tak lepas dari pemeriksaan penyidik KPK.(Nda)



Terpopuler