Connect with us

METROPOLITAN

Oppo Larang Jilbab, DPRD Lebak: Jangan Sampai Ada Gejolak Publik!

Published

on

Banten Hits – Giliran DPRD Kabupaten Lebak mengecam kebijakan manajemen Oppo yang melarang pegawai di outletnya, khususnya sales promotion girl (SPG) mengenakan jilbab. Manajemen Oppo disebut malah memilih pria homoseksual untuk dipekerjakan, ketimbang memilih karyawati berjilbab.

BACA JUGA: Manajemen Oppo Banten Larang Karyawan Berjilbab

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Satibi Hambali sangat menyesalkan perusahaan smartphone Oppo yang melarang karyawan memakai jlbab. Dia meminta kebijakan itu dikaji-ulang manajemen Oppo.

BACA JUGA: Dikecam MUI, Manajemen Oppo: Memang Kami Larang, Apa Masalahnya?

“Kalaupun aturan, seharusnya jangan sampai melarang seperti itu, khawatirnya akan menimbulkan gejolak publik yang berakhir dengan Kabupaten Lebak ini tidak lagi kondusif,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Lebak Iip Makmur kepada Banten Hits, Senin (30/5/2016).

BACA :  4.000 Kg Cumi Hasil Sitaan Kementerian Perikanan Dibagikan kepada Warga Pandeglang

Politisi PKS ini mengaku, meski dalam menggunakan jilbab adalah hak setiap manusia khususnya umat muslim, seharusnya pihak manajemen tidak mengeluarkan statemen ataupun aturan melarang setiap pekerjanya untuk menggunakan jilbab.

“Memang hak manusia mau pakai atau tidak, tapi kalau sampe ada kata-kata melarang gitu harus dipertimbangkan kembali. Khawatir nantinya menyentuh unsur sara yang lebih parah lagi menuai konflik,” pungkasnya. (Rus)

 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler