Connect with us

METROPOLITAN

Jalan Penghubung Dua Desa di Lebak Dibiarkan Longsor Selama 2 Tahun

Published

on

Lebak – Jalan penghubung antara Desa Parung Panjang dan Cisarap di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak dibiarkan longsor tanpa perbaikan selama 2 tahun terakhir. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah di dua desa tersebut lumpuh total. Warga pun diimbau mencari jalan alternatif lain.

 

Informasi diperoleh, longsornya jalan desa tersebut lantaran ambrolnya saluran irigasi sekunder milik Pemerintah Provinsi Banten yang juga tak kunjung diperbaiki, sehingga menyebabkan masyarakat Kampung Pasir Guha dan Kampung Badong, desa Parung Panjang terisolir.

“Irigasi itu juga mampu mengairi sekitar 300 hektar pesawahan. Namun, sudah 2 tahun ini tidak berjalan karena ambrol,” kata anggota komisi II DPRD Lebak, Agus Hermawan kepada Banten Hits, Senin (31/7/2017).

BACA :  Hari Ini, 450 Calhaj Asal Pandeglang Diberangkatkan

Politisi partai PKS ini mengaku prihatin beberapa daerah pilihnya kerap luput dari perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi, padahal Kecamatan Wanasalam termasuk kedalam salah satu daerah yang menopang suksesnya swasembada pangan di Kabupaten Lebak.

“Sudah irigasi ambrol sekarang Jalan juga ambrol, masyarakat sudah benar-benar kesulitan untuk beraktifitas,” ujar wakil rakyat daerah pilih 5 ini.

Akibatnya, masyarakat di dua desa tersebut mengaku kesulitan ketika akan berpergian ke pusat pemerintahan desa maupun pemerintah kecamatan, lantaran kondisi jalan yang benar-bemar tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Selain itu kontur jalannya juga masih tanah merah sehingga melengkapi penderitaan masyarakat,” tutur Agus.

BACA :  Pemkab Tangerang akan Bangun Media Center

Agus berharap, pemerintah Kabupaten Lebak bisa memperhatikan akses jalan poros desa di daerah tersebut meskipun saat ini setiap desa sudah dibekali anggaran yang sudah luar biasa.

“Pemprov juga harus segera perbaiki irigasi, karena jika tidak selain kondisi jalan akan tetap rusak warga juga dalam menjalankan usaha tani dan membantu mensukseskan swasembada pangan akan terhambat,” tutupnya.(Zie)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler