Connect with us

METROPOLITAN

Soal Smart City, Airin: Bukan Cuma Teknologi Tolak Ukurnya

Published

on

Tangsel – Banyak daerah yang kini berlomba-lomba mewujudkan smart city alias ‘kota pintar’ karena dianggap membantu kinerja dalam sistem pelayanan publik. Tak terkecuali Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany ini dipilih menjadi salah satu daerah yang masuk ke dalam 25 kabupaten/kota pencanangan kerja sama oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Saat ini, bersama 24 daerah lainnya, Tangsel tengah menyiapkan produk unggulan.

”Teknologi memang salah satu elemen penting yang tidak bisa dikesampingkan untuk mewujudkan smart city, tapi bukan cuma teknologi tolak ukurnya,” kata Airin usai Bimtek Implementasi Percepatan Masterplan Kota Cerdas Menuju Tangsel Smart City, Jumat (4/8/2017).

BACA :  Pabrik Kayu di Serang Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Airin menjelaskan, selain teknologi, tolak ukur lainnya adalah, bagaiman output dari setiap program yang dilakukan oleh setiap SKPD.

Dirinya mengaku, dengan bimtek tersebut, tugas Pemkot Tangsel semakin berat.

”Karena bukan hanya aberupaya memaksimalkan pelayanan saja, tetapi mencari produk unggulan yang bisa membuktikan Tangsel merupakan kota cerdas. Bukan hanya barang atau aplikasi ya, melainkan kegiatan atau sisitem pelayanan yang output-nya itu inovatif,” terang Airin.

Meski belum mendapat gambaran apa produk yang bisa menjadi tolak ukut, Airin mengaku tetap optimis.

”Kita juga kan dibantu kementerian. Kalau sudah ketemu, nanti kan dievaluasi lagi agar hasilnya lebih matang,” katanya.

Perwakilan Kominf, Nova Zanda menjelaskan, program tersebut merupakan upaya mewudjukan gerakan menuju 100 smart city di tahun 2017.

BACA :  Keluarga Eno Parihah Tetap Ingin RAL Dihukum Mati

”Untuk di Banten ada dua, Tangsel dan Kota Tangerang. Dari hasil penilaian, kedua kota ini memang memiliki indiktor yang dinilai tepat,” ujar Nova.

Ada dua hal yang akan dilihat agar kota bisa dibina, yakni blueprint dan praktik daerahnya.

“Ini dilaunching pada tahun 2019. Targetnya memang di tahun itu biar genap 100 Kota,” imbuhnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler