Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Pengusaha Pelayaran Usul Tarif Kendaraan Golongan IX di Merak-Bakauheni Dihapus

Published

on

Pengusaha Pelayaran

Suasana bongkar muat di Dermaga II Pelabuhan Merak. DPC INSA mencatat, 2.000 kendaraan ekspedisi beralih ke ke lintasan Bojonegara-Bakauheni dan Tanjung Priok-Perak. (Foto: Iyus Lesmana/Banten Hits)

Cilegon – Pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengusulkan agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghapus tarif kendaraan golongan IX di lintasan Merak-Bakauheni yang berkisar Rp3.251.200.

BACA JUGA: Dermaga di Pelabuhan Merak dan Bakauheni Harus Ditambah Dua Kali Lipat

Pemberlakukan tarif tersebut tertuang dalam Permenhub Nomor 30 Tahun 2017 tentang Tarif Penyeberangan Angkutan Penyeberangan Lintasan antara Provinsi dan Keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry.

Ketua DPC INFA Merak, Hasyir Muhammad mengatakan, pemberlakuan tarif kendaraan golongan IX menyebabkan beralihnya truk muatan barang dari Merak-Bakauheni ke lintasan Bojonegara-Bakauheni dan Tanjung Priok-Panjang.

BACA :  Wirausaha Muda di Banten Didorong Manfaatkan Teknologi Digital

“Ada 4.000 unit truk ekspedisi dari semua golongan yang menggunakan jasa penyeberangan Merak-Bakauheni, tapi sejak pengoperasian dua lintasan itu, setengahnya memilih beralih,” keluh Hasyir, Kamis (18/1/2018).

Beralihnya 2.000 truk kata Hasyir dikarenakan dua lintasan, Bojonegara-Bakauheni dan Tanjung Priok-Panjang tidak terdapat golongan IX. Hasyir yakin, jika tarif golongan 9 dihapus, 50% kendaraan akan kembali ke Merak.

“Di dua lintasan itu paling tinggi golongan VII, jelas tarifnya lebih murah. Kalau usulan ini diterima, saya yakin setengahnya balik lagi,” katanya.

BACA JUGA: Cegah Monopoli, Komunikasi akan Intens Dilakukan Perusahaan Bongkar Muat dengan Operator Pelabuhan

Sementara itu, GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Fahmi Alweni enggan memberi tanggapan lebih jauh soal usulan INSA.

BACA :  Tetapkan UMK, Buruh Minta Zaki Abaikan Edaran Mendagri

“Kalau nanti usulan itu diterima pemerintah, kami sebagai pengaman kebijakan pemerintah tentu patuh,” singkatnya.(Nda)



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh