Connect with us

METROPOLITAN

Guru di Lampung Selatan Sekap Empat Siswanya di Rawa Arum Cilegon

Published

on

Yusuf alias Pram (kaos biru) saat ditangkap petugas Polres Lampung Selatan.(FOTO: Dok. Warga)

Cilegon – Jajaran Polres Lampung Selatan dibantu petugas Polsek Pulo Merak, Kota Cilegon, berhasil menangkap Yusuf alias Sugeng alias Pram (36), guru honorer di sebuah SMP di Bakahueni, Lampung Selatan yang menculik empat siswanya.

Sugeng ditangkap di sebuah rumah kontrakan milik Solihin di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Rawa Arum Kecamatan Grogol Kota Cilegon, Kamis (18/1/2018). Kasus penculikan ini terungkap setelah para orangtua siswa melapor ke Polres Lampung Selatan.

Semula orang tua korban mengira anak-anak mereka tengah mengikuti perkemahan pramuka di Cibubur. Namun, belakangan mereka mengetahui ternyata kegiatan pramuka tersebut hanya rekayasa Pram untuk membawa kabur siswanya.

BACA :  Tuntut Rano Mundur, Massa GMTB Unras di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang

Yusuf merupakan seorang guru honorer yang baru bekerja selama dua bulan di SMP tempat para siswa korban penculikan bersekolah. Dia diketahui tinggal di Dusun Way Apus, Desa Bakahueni, Kecamatan Bakahueni, Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolres Lampung Timur Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan kepada wartawan mengatakan, pelaku merupakan guru honorer dan dipercaya mengajar ekstrakurikuler pramuka.

“Dia nekat menculik karena sakit hati lantaran setiap pengajuan kegiatan pramuka selalu tidak direspons pihak kepala sekolah,” kata Syarhan, Sabtu (20/1/2018).

Menurut Syarhan, saat ditemukan empat siswa korban penculikan dalam keadaan selamat dan langsung dikembalikan ke pihak keluarga. Sebelum dipulangkan ke pihak keluarga, polisi melakukan tes kejiwaan dan fisik kepada korban. Hasilnya diketahui korban dalam kondisi yang sehat.

BACA :  Jenazah Korban Longsor Perimeter Selatan Tiba di Rumah Duka

Saat dalam penyekapan, lanjut Syahran, salah satu korban sempat meminta pulang, namun dilarang dengan alasan sebentar lagi akan mengikuti kegiatan kenaikan pangkat pramuka.

Pelaku dijerat Pasal 83 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. Saat ini pelaku mendekam di tahanan Mapolres Lampung Selatan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler