Connect with us

METROPOLITAN

Menteri Yohana Sebut Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Asal Banten Tinggi

Published

on

Korban TPPO di Banten Tinggi

Menteri PPPA Yohana Yembise (tiga dari kiri) menghadiri sosialisasi akhiri TPPO di Kota Serang. (Banten Hits/Mahyadi)

Serang – Dari kunjugannya ke shelter Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengungkapkan, tak sedikit tenaga kerja asal Banten yang mendapat banyak masalah dalam pekerjaannya.

“Termasuk Singapura dan Arab. Saya menemui banyak perempuan kita yang mengalami masalah, dianiaya dan lain sebagainya,” kata Yohana saat menghadiri Sosialisasi Akhiri TPPO, di Alun-alun Kota Serang, Minggu (23/9/2018).

Kata Yohana, warga negara Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri maka wajib memiliki kemampuan dan keahlian yag mumpuni serta berangkat melalui jalur resmi agar mendapat perlindungan hukum.

“Karena mereka korban dari tindak pidana perdagangan orang, bukan pekerja yang resmi,” jelasnya.

Persoalan lainnya adalah, wanita masih ditempatkan di kasta kedua setelah laki-laki.

“Jika ada wanita dan anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan, silakan bisa mendatangi kementerian untuk diberi pelatihan, kalau sudah memiliki skill mereka bisa mencari kerja di dalam negeri atau berwirausaha. Sehingga, tidak perlu lagi mencari kerja ke luar negeri,” papar Yohana.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemprov Banten sudah melakukan MoU dengan pihak kepolisian agar cepat dalam menindak kasus perdagangan orang.

“Kami sudah MoU dengan aparat untuk langsung menangani masalah yang terjadi dan mendampingi korban human trafficking,” katanya.(Nda)

Trending