Connect with us

METROPOLITAN

HUT Banten ke-18, Fakrab: Masih Ada Ruang Oknum Main-main dengan Uang Rakyat

Published

on

pasutri miskin di serang

FOTO Ilustrasi: warga Serang tinggal di gubuk kumuh. (Dok.Banten Hits)

Lebak – Forum Aktivis Mahasiswa Rakyat Banten atau Fakrab menyebut Provinsi Banten di usia ke-18 tahun ini, belum terlihat ada perubahan yang signifikan pada kesejahteraan masyarakat.

Beberapa persoalan lama terkait pembangunan di Tanah Jawara dinilai masih menggunakan pola lama dengan memberikan ruang bagi oknum yang masih bermain-main dengan uang rakyat.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Fakrab Dede Yusuf dalam wawancara dengan wartawan BantenHits.com Fariz Abdullah, Kamis, 4 Oktober 2018.

Menurut Dede, persoalan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur di provinsi yang dipimpin Wahidin Halim dan Andika Hazrumy ini masih belum beranjak dari kondisi sebelumnya.

BACA :  Pria Paruh Baya Ditemukan Kritis di Tepi Sungai Cimanceuri

“Kami mendesak agar Pemprov Banten melakukan lompatan-lompatan yang berdampak besar pada kesejahteraan rakyat. Banten di bawah kepemimpinan Wahidin Halim harus tegas menindak mereka yang masih bermain main dengan anggaran rakyat,” kata Dede.

Pada sektor pendidikan, lanjutnya, walaupun sudah ada sedikit kemajuan dengan program sekolah gratis sampai tingkat SMA, harus juga dikawal dan diawasi terkait pungutan pungutan yang masih saja terjadi.

“Selain itu pemerataan pendidikan juga mutlak dan harus secepatnya dilakukan,” katanya.

Kemudian di sektor kesehatan, Dede mendesak agar Pemprov Banten juga pro aktif terkait penuntasan gizi buruk terutama di beberapa kabupaten tertinggal. Bahkan, tak ada salahnya jika Pemprov Banten segera merealisasikan pengadaan rumah sakit di kawasan perbatasan provinsi.

BACA :  Polsek Balaraja Ringkus Dua Kawanan Curanmor di Serang

“Pemerintah harus hadir berkaitan dengan menjamin hak-hak pada sektor kesehatan warga dan segera menunaikan janji kampanye terkait berobat gratis untuk warga Banten,” ucapnya.

Dede menambahkan, Pemprov Banten juga harus secara serius dan sungguh sungguh menekan angka pengangguran, memberikan peluang seluas luasnya untuk angkatan kerja di Banten dengan memberikan prioritas kepada warga Banten untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Banten.

“Kami hanya ingin agar Banten maju dan menjadi provinsi yang terkenal dengan prestasinya bukan malah terkenal karena korupsinya,” pungkasnya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler